Produk artisan Indonesia digemari di Amerika

id PRODUK ARTISAN INDONESIA,berita sumsel,berita palembang,berita antara

Pameran produk Indonesia di Ameriaka Serikat. (Ist)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) menyatakan bahwa produk artisan asal Indonesia yang dipamerkan pada Renegade Craft Fair di Los Angeles, California, digemari masyarakat Amerika Serikat (AS) dan diharapkkan mampu mendorong ekspor nonmigas ke Negeri Paman Sam tersebut.

Kepala ITPC Los Angeles Antonius Budiman mengatakan bahwa produk-produk yang dipamerkan pada Renegade Craft Fair tersebut sudah melewati proses kurasi ketat dari manajemen pameran. Pameran itu merupakan pameran produk karya seni bergengsi dengan jangkauan yang luas di AS maupun Inggris.

"Saat ini tren produk artisan di AS sedang naik daun. Untuk itu, ITPC LA akan terus mendukung dan berusaha meningkatkan ekspor produk artisan asal Indonesia," kata Antonius, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu.

Pameran tersebut dihadiri oleh 300.000 pengunjung setiap tahunnya. Pameran ini diadakan di kota-kota besar seperti Los Angeles, Seattle, Chicago, New York, San Francisco, Austin, Portland, Denver, Miami, Boston, Detroit, dan London.

Produk artisan Indonesia yang dipamerkan adalah berbagai produk tas selempang berbahan rumput ate, tas jinjing berbahan lamun (sejenis rumput laut), dan tas tangan wanita berbahan tenun ikat.

Produk-produk tersebut merupakan hasil buatan tangan para perajin wanita di Nusa Tenggara Timur dan Bali. Berbagai produk ini dibawa oleh salah satu inkubator ITPC LA yaitu Everina.

Sebelumnya, lanjut Antonius, Everina juga sudah berhasil melewati proses kurasi produk dan manajemen usaha sehingga dapat menjual ke platform niaga elektronik (e-commerce) raksasa dunia yang mengkhususkan pada penjualan produk buatan tangan seperti Amazon Handmade dan Etsy.

Produk artisan di AS saat ini telah menjadi komponen pokok pada penjualan ritel. Web pameran New York Now mengabarkan bahwa pelaku usaha ritel besar seperti Nordstrom, Macys, West Elm, dan Whole Foods mulai memperhitungkan produk perajin lokal dan global sebagai strategi utama karena perputarannya yang cepat dan memiliki daya tarik bagi pembeli.

Potensi ekspor tas dan aksesori dari Indonesia ke AS masih berpeluang sangat besar. Pada tahun 2017, Indonesia mengekspor tas dan aksesori ke AS sebesar 13 miliar dolar AS, naik 1,62 persen dibanding tahun 2016 yang tercatat 12,6 miliar dolar AS.

Indonesia merupakan negara asal impor tas dan aksesori ketujuh di AS. Sementara itu, China sebagai negara pengekspor utama produk tas dan aksesori ke AS mengekspor produk tersebut pada tahun 2017 sebesar 7,35 miliar dolar AS. Nilai ini turun 13,38 persen dibandingkan dengan tahun 2016 yang senilai 7,5 miliar dolar AS.

"Nilai ekspor China sebagai pengekspor utama turun secara konsisten selama tiga tahun terakhir. Untuk itu, Indonesia dapat memanfaatkan peluang ini untuk menggenjot ekspor aksesori ke AS," tutup Antonius.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar