
Pabrik Pusri 2B diresmikan

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pabrik Pupuk Sriwidjaja (Pusri) 2B yang berada di kompleks pabrik Pusri Palembang diresmikan, Jumat, yang dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Rini Soemarno.
Acara ini sekaligus dijadikan peletakan batu pertama pabrik NPK Fusion dalam proyek NPK 2,4 juta ton.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Aat Sadikin Idat dalam sambutannya mengatakan pabrik Pusri 2B merupakan salah satu bagian dari program revitalisasi industri pupuk di Tanah Air.
Pabrik ini akan menggantikan pabrik Pusri II yang sudah tua dan boros konsumsi gasnya dengan kapasitas produksi 907.500 ton urea/tahun dan 660.000 ton amoniak/tahun.
"Konsumsi gas Pusri 2B adalah 24 MMBTU/ton urea atau jauh lebih rendah dibandingkan Pusri 2, yang konsumsi gasnya mencapai 37 MMBTU/ton," kata dia.
Pabrik ini dibangun oleh konsorsium Rekayasa Industri dan Toyo (Jepang), dengan total biaya investasi sekitar Rp6,3 triliun.?
Sumber bahan baku gas untuk Pusri 2B berasal dari Pertamina EP dan Medco, dan mulai tahun 2019-2023 akan dipasok dari Conoco Phillips Grissik, dengan pasokan sebesar 62 MMSCFD.
Pabrik ini juga menggunakan bahan bakar batu bara untuk pembangkit steam dan listrik sehingga mengurangi ketergantungan terhadap gas bumi.
Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia perlu melakukan revitalisasi industri manufaktur sesuai dengan perkembangan implementasi Industri 4.0 saat ini.
Oleh karena itu, melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, langkah strategis yang akan dilaksanakan bertujuan untuk mencapai target menjadi 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada tahun 2030, dan salah dengan merevitalisasi industri pupuk.
Menperin menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah akselerasi industri manufaktur nasional agar terus melakukan inovasi dan memperbaiki desain.
"Hal ini guna memacu produktivitas dan daya saing," kata dia.

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
