Striker andalan SFC Jalilov kesulitan adaptasi cuaca

id sfc,sriwijaya fc,laskar wong kito,pemain sfc jalilov, Manuchehr jalilov

Pesepak bola Sriwijaya FC Manucher Jalilov melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Persib saat pertandingan Go Jek Liga 1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (1/4). ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudil/18

....Dua puluh menit pertama sangat menyiksa bagi saya jika pertandingan dilakukan sore hari....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Striker andalan Sriwijaya FC Manuchehr Jalilov kesulitan beradaptasi dengan cuaca jika pertandingan dilaksanakan sore hari karena terbiasa berkompetisi di Tajikistan yang memiliki empat musim.

"Dua puluh menit pertama sangat menyiksa bagi saya jika pertandingan dilakukan sore hari. Saya merasakan udara sangat panas sekali sehingga membuat energi saya terkuras sejak awal babak," kata Jalilov di Palembang, Selasa.

Ia mengatakan hal ini dialaminya di beberapa pertandingan Liga 1, seperti ketika SFC berhadapan dengan Madura United dan Persipura Jayapura.

"Ini lawan PSM Makassar di Palembang akan bertanding juga sore hari, artinya menjadi kerja keras lagi untuk saya," kata pemain terbaik AFC 2018 ini.

Bukan hanya Jalilov yang bermasalah dengan cuaca, asisten pelatih SFC Rasiman mengatakan pemain belakang Mohammadou Ndiaye juga mengeluhkan kondisi cuaca di Indonesia.

Ndiaye yang baru pertama kali merumput di Indonesia seperti halnya Jalilov juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca di Tanah Air.

"Saya lama bermain di Liga Prancis, dan di sana ada musim dingin. Saat pertama kali main di Indonesia, saya merasa sangat kepanasan. Harus minum air putih yang banyak untuk mengatasinya, tapi saat ini mulai terbiasa," kata dia.

Sriwijaya FC mendatangkan pemain terbaik AFC 2017 berkewarganegaraan Tajikistan, Manuchehr Jalilov yang sekaligus topskorer Liga Tajikstan dalam tiga musim berturut-turut.

Bersama Sriwijaya FC, pemain berusia 27 tahun ini berharap bisa meraih sukses yang sama menjadi topskorer Liga Indonesia dan sekaligus membawa Sriwijaya FC juara pada musim ini.

Selain itu, Sriwijaya FC juga mendatangkan pemain belakang Mohammadou Ndiaye asal Mali yang lama merumput di Eropa.

Tim asal Sumsel ini mengusung target tinggi yakni masuk posisi tiga besar Liga 1 bersama pelatih Rahmad Darmawan.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar