Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel optimistis kinerja ekspor meningkat

Senin, 26 Maret 2018 22:29 WIB
Image Print
Arsip - Pengolahan karet di kawasan industri terpadu (ANTARA FOTO)
....Harga karet meski fluktuatif tetapi menunjukkan perbaikan dibanding tahun lalu. Makanya kami yakin ekspor bisa tumbuh 12 persen bahkan bisa lebih tinggi....

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis kinerja ekspor bakal meningkat pada 2018 karena ada tren positif pergerakan harga komoditas dibandingkan pada 2017.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Achmad Mirza di Palembang, Senin, mengatakan jika harga karet dan CPO semakin membaik, pemprov memperkirakan bisa mencatat pertumbuhan di kisaran 12 persen hingga akhir tahun.

"Harga karet meski fluktuatif tetapi menunjukkan perbaikan dibanding tahun lalu. Makanya kami yakin ekspor bisa tumbuh 12 persen bahkan bisa lebih tinggi," kata dia.

Mirza mengatakan pertumbuhan ekspor tahun ini juga akan didorong oleh ekspansi pasar untuk komoditas andalan tersebut. Salah satunya, pasar ekspor produk agroindustri diperluas ke negara di Asia Selatan, Timur dan Tengah.

Menurutnya, selama ini tujuan ekspor Sumsel masih didominasi negara China, Malaysia dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan dapat tumbuh di atas rata-rata nasional sepanjang 2017 karena dipengaruhi kinerja positif ekspor dan investasi.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Rudy Hairudin mengatakan, adanya pemulihan ekonomi global telah berdampak pada kinerja ekspor karet dan batubara, sementara untuk investasi diketahui seiring dengan peran menjadi tuan rumah Asian Games membuat arus modal masuk ke Sumsel.

"Sepanjang 2017 bisa dikatakan Sumsel cukup bagus karena saat ini masih proses konsolidasi perekonomian nasional dan pemulihan ekonomi global. Kinerja baik ini tak lain karena tren positif ekspor impor dan investasi, seperti diketahui porsinya mencapai 30 persen dan 7,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)," kata Rudy.

Tetap tumbuhnya dua sektor ini, menurut Rudy, setidaknya menutupi masih lemahnya daya beli masyarakat sepanjang tahun ini yang sebenarnya tren sudah berlangsung sejak tahun 2012. Konsumsi rumah tangga ini memiliki persentase 63 persen dari PDB.

Pada 2018, menurut Rudy, terdapat berbagai isu dan potensi menjadi faktor yang dapat meningkatkan atau menghambat tumbuhnya perekonomian daerah. Pembangunan infrastruktur, pelaksanaan Asian Games, penyelenggaraan Pilkada serentak, dan peningkatan tren harga komoditas unggulan Sumatera Selatan akan menjadi upside potential bagi perekonomian daerah.

Namun demikian, pilkada yang berlangsung 2018 juga memiliki downside risk di antaranya risiko ketidakstabilan keamanan dan ketertiban menjelang dan pascapilkada di samping investor yang cenderung bersikap wait and see.

Ekonomi Sumatera Selatan pada 2018 diperkirakan tetap mengalami pertumbuhan dengan kisaran 5,3 persen - 5,6 persen dengan kecenderungan mendekati batas bawah.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026