Logo Header Antaranews Sumsel

Pekerja informal belum banyak manfaatkan BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 8 Maret 2018 08:12 WIB
Image Print
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan wilayah Sumbagsel Arie Budiarto (ANTARA News Sumsel/Dolly Rosana/17/Ang)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pekerja sektor informal di wilayah Sumatera Bagian Selatan hingga Maret 2018 ini belum banyak memanfaatkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

"Melihat masih banyaknya pekerja di sektor informal seperti petani, sopir angkutan umum, pedagang dan lainnya belum memanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan, kami mengajak untuk segera mendaftar menjadi peserta program perlindungan bagi tenaga kerja itu," kata Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel Arief Budiarto di Palembang, Kamis.

Dia menjelaskan, pekerja sektor informal perlu segera mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu seperti dampak kecelakaan kerja dan masalah lainnya sesuai ketentuan dengan menggunakan mekanisme asuransi sosial.

Untuk menarik pekerja di sektor informal itu menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya berupaya menggalakkan sosialisasi mengenai manfaat jaminan sosial itu.

Kegiatan sosialisasi itu dilakukan di tempat-tempat berkumpulnya pekerja sektor informal seperti di sentra produksi pertanian yang ada di kabupaten dan kota dalam wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.

Kemudian di pasar tradisional, terminal dan beberapa tempat lainnya yang menjadi pusat kegiatan atau berkumpulnya pekerja sektor informal, katanya.

Menurut dia, untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, masyarakat yang tergolong sebagai pekerja di sektor informal diharapkan dapat menghubungi petugas terdekat.

Wilayah Sumbagsel sebagian besar masyarakatnya sebagai petani dan bekerja di sektor informal lainnya, potensi yang cukup besar itu akan dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan jumlah kepesertaan jaminan sosial yang selama ini didominasi pekerja formal, kata Arief.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026