Mencetak buku dongeng berbahasa ibu

id buku dongeng, bahasa ibu, kantor bahasa jambi,bahasa,anak, paud, sd,cetak buku,balai bahasa,buku,buku bacaan

Mencetak buku dongeng berbahasa ibu

Arsip - Sejumlah siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak kanak (TK) tampak antusias mendengarkan cerita dari pendongeng nasional Awam Prakoso (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ag/17)

Jambi (ANTARA News Sumsel) - Kantor Bahasa Jambi mencetak buku dongeng dengan menggunakan bahasa ibu atau daerah untuk bahan bacaan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) dan SD di provinsi itu.

"Kami cetak dan distribusikan buku dongeng itu, temanya dongeng dari daerah masing-masing dan ditulis dengan bahasa ibu," kata Kepala Kantor Bahasa Jambi Syaiful Bahri Lubis di Jambi, Selasa.

Ia menyebutkan, penulisan buku dongeng anak-anak dengan menggunakan bahasa daerah itu antara lain menggunakan bahasa Jambi, bahasa Bajo dan bahasa Kerinci.  Dipilihnya ketiga bahasa itu karena penuturnya banyak di provinsi itu.

Tema buku itu antara lain dari beberapa naskah dongeng dari daerah setempat, sehingga memiliki kedekatan dengan anak-anak di daerah itu. Penggunaan bahasa ibu merupakan upaya untuk melestarikan bahasa itu di lingkungan masyarakat setempat.

"Dengan bacaan yang menarik dengan bahasa ibu, diharapkan mereka bisa menuturkan bahasa daerah masing-masing," katanya.

Selanjutnya, buku dongeng itu akan didistribusikan ke PAU dan SD yang ada di Provinsi Jambi.

Ideya, kata Saiful Bahri berawal dari diskusi di media sosial antara para pemerhati dan peminat bahasa Indonesia, yang mendiskusikan tentang cerita-cerita di daerah yang perlu dilestarikan dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Sebelumnya, Kantor Bahasa Jambi juga telah mencetak buku bacaan berisi cerita legenda dari daerah yang memenangkan lomba penulisan cerita rakyat tingkat di Kantor Bahasa Jambi pada 2017 lalu.

"Buku itu sudah dicetak dan didistribusikan, dan pada 2018 ini kita cetak buku dongeng berbahasa ibu untuk PAUD dan SD," kata Lubis.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar