Menteri BUMN evaluasi kecelakaan tol Becakayu

id Rini Soemarno,kecelakaan kerja,kecelakaan tol Becakayu,waskita,investigasi penyebab kecelakaan,Kemenko Perekonomian

Arsip- Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) mendengarkan penjelasan Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto (kiri) saat meninjau pembangunan stasiun kereta ringan Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Jakabaring, Palembang. (ANTARA Sumsel/

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Menteri BUMN Rini Soemarno siap melakukan evaluasi dengan pihak-pihak terkait untuk menginvestigasi kecelakaan yang terjadi pada konstruksi di Proyek Jalan Tol Becakayu, Jakarta Timur.

"Saya harus bicarakan bersama apa saja 'case'-nya. Semua ada teknisnya," kata Rini saat ditemui di Gedung Kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Selasa.

Rini mengatakan evaluasi ini akan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan serta Kementerian Perhubungan agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari.

"Nanti akan dirapatkan bersama, saya belum dapat laporannya," ujarnya.

Saat ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) sedang melakukan investigasi atas kasus jatuhnya "bekisting pierhead" pada pukul 03.00 WIB.

"Kami menyampaikan rasa empati terhadap korban ambruknya 'bekisting pierhead' pada proyek tol Becakayu," tambah Kepala Divisi III Waskita Karya Dono Parwoto.

Menurut Dono, investigasi dilakukan secara internal maupun oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan data dan informasi mengenai peristiwa tersebut dan diharapkan hasilnya sudah keluar dlm waktu 1x24 jam.

Sebanyak tujuh korban roboh tiang tol Becakayu dibawa ke dua rumah sakit, RS UKI Cawang yakni Joni Arisman, Rusman, Supri, Kirpan, Sarmin, dan Agus, sedangkan Waldi dirujuk ke RS Polri Kramatjati.

Proyek Jalan Tol Becakayu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai tahun 2014 dengan nilai kontrak Rp7,23 triliun dan memiliki panjang ruas 11 km.
(T.S034/B. Suyanto)
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar