
Barcelona pelihara rivalitas panas dengan Espanyol

Barcelona (Antara/Reuters) - Pemuncak klasemen Liga Spanyol Barcelona menghadapi apa yang dapat menjadi duel panas melawan tim sekota Espanyol pada akhir pekan ini, sedangkan tim peringkat kedua Atletico Madrid menghadapi pertandingan berat melawan Valencia.
Derby Katalan pada Minggu merupakan pertemuan ketiga dalam rentang waktu kurang dari dua pekan antara Barca dan lawannya yang kurang populer, setelah dua leg perempat final Piala Raja yang berpuncak pada semakin memburuknya hubungan antara kedua klub asal Barcelona ini.
Espanyol mengalahkan rival sekota mereka untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun pada leg pertama, namun Barcelona melaju ke semifinal dengan memenangi leg kedua dengan skor 2-0, di mana komentar-komentar pascapertandingan dari dua pemain Barca Sergio Busquets dan Gerard Pique menambah penderitaan tim yang kalah.
Busquets mengkritik Espanyol untuk apa yang disebutnya sebagai perayaan-perayaan yang terlalu bersemangat setelah leg pertama, sedangkan Pique mengejek martabat Espanyol dengan menyebut mereka sebagai "Espanyol de Cornella," mengacu pada kotamadya mereka. Dua hal ini memicu keluhan resmi dari Espanyol, yang menuduh kedua pemain tersebut mengobarkan permusuhan.
Pertandingan leg pertama di markas Espanyol Stadion RCDE dimainkan dalam suasana "panas," dan wajah kiper Barca Jasper Cillesen terkena lemparan suatu benda yang dilemparkan penggemar tuan rumah.
Para pejabat Liga Spanyol menyebut derby pada Minggu ini sebagai ajang berisiko tinggi, menuntut ditambahnya jumlah petugas kepolisian, namun kiper Espanyol Diego Lopez meminta kepada para penggemar timnya untuk memastikan terdapat suasana yang bagus dan untuk menahan diri dari hasrat untuk melecehkan lawan mereka.
"Para penggemar semestinya pergi ke derby untuk mendukung tim dan bukan fokus pada pemain lawan manapun," ucapnya kepada para pewarta.
"Pada Minggu, kami menginginkan Cornella menjadi kawah berisik yang menguntungkan kami tanpa adanya pelecehan atau minimnya rasa hormat. Itulah cara terbaik bagi mereka untuk mendukung kami, untuk memperlihatkan bahwa mereka merupakan penggemar teladan dan kemudian kami dapat fokus pada pekerjaan-pekerjaan kami."
"Kami bersikap seperti pria sejati pada dua pertandingan piala dan akan terus melakukannya."
Barca menggenggam keunggulan 11 poin di puncak klasemen, diikuti oleh Atletico yang pada Minggu ini akan menjamu rival utama mereka dalam persaingan menjadi kekuatan utama ketiga di Spanyol, di belakang Barcelona dan Real Madrid.
Lawan mereka pada Minggu, Valencia, sempat terlihat sebagai salah satu kandidat juara pada awal musim, namun sekarang mereka tertinggal enam poin di belakang Atletico setelah kalah lima kali pada delapan pertandingan sebelumnya.
Atletico akan mendapat suntikan semangat dari kembalinya Diego Costa setelah dua pekan absen karena cedera. Mereka semestinya juga memiliki kondisi fisik yang lebih segar dibanding Valencia, yang mengunjungi ibukota Spanyol kurang dari 72 jam setelah pertandingan leg pertama semifinal Piala Raja mereka di kandang Barcelona.
Penerjemah: A.R.A Adipati/I. Suhirwandi
Pewarta: Aang Sabarudin
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
