
2018 tahun potensial ekonomi Indonesia

Jakarta (Antaranews Sumsel) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro menyebut tahun politik 2018 sebagai tahun potensi untuk mendongkrak kinerja pertumbuhan ekonomi.
Dalam sebuah seminar di Jakarta, Rabu, Bambang mengatakan kegiatan politik pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di 171 daerah akan mampu menumbuhkan konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT).
Dampak tahun pemilihan terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi berasal dari belanja barang partai politik meningkat dan belanja pemerintah yang nisbi meningkat sebagai insentif kepada masyarakat.
"Katakan per daerah paling banyak kontestannya empat orang, berarti yang akan berpotensi mengeluarkan uang 171 dikali empat, sekitar 680-an. Mereka butuh 'spending' dalam rangka kampanye," ucap dia.
Bambang juga menjelaskan bahwa di dua triwulan 2014 ketika kampanye pilpres lalu, pertumbuhan konsumsi LNPRT berada di atas 20 persen.
Ia menilai konsumsi tersebut memang banyak ditujukan untuk kaos, banner, iklan dan sebagainya, tetapi aktivitas itu berputar di ekonomi dan akan berpengaruh pada pertumbuhan PDB.
"Belanja politik akan lari ke LNPRT. Tahun 2018 ini lengkap, ada pilkada dan akan mengawali pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang pasti berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi," ucap Bambang.
Selain tahun politik daerah, Bambang mengatakan penyelenggaraan Asian Games dan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di 2018 akan turut berperan dalam menumbuhkan PDB.
(T.R031/C. Hamdani)
Pewarta: Calvin Basuki
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
