Polres OKU Jaring 12 Anak Jalanan

id polisi razia anak jalanan, anak jalanan, polres oku, kapolres, razia anak jalanan, berantas pramanisme, tekan angka kejahatan, kriminal

Dokumentasi - Anak Jalanan (ANTARA)

Baturaja  (ANTARA Sumsel) - Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menjaring 12 orang anak jalanan yang ditengarai sering meminta uang kepada pengemudi  kendaraan di sejumlah kawasan lampu merah di wilayah itu.

"Razia yang kami lakukan merupakan intruksi dari Mabes Polri untuk menekan angka kejahatan dan peredaran narkoba serta memberantas premanisme khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)," kata Kapolres OKU AKBP NK Widayana Sulandari melaui Kabag Ops Kompol Yuskar Efendi di Baturaja, Kamis.

Yuskar mengatakan, razia yang digelar sejak beberapa hari terakhir menyasar anak jalanan, preman dan anak "punk" yang sering meminta uang kepada pengunjung di Taman Kota Baturaja dan sejumlah kawasan lampu merah di wilayah itu.

"Kegiatan ini guna menciptkan situasi aman dan kondusif di OKU menjelang perayaan Natal hingga pergantian tahun baru 2018," kata dia.

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan 12 orang anak jalanan dan dua anak punk yang sering meminta sejumlah uang dengan modus mengamen kepada pengendara kendaraan yang melintas di kawasan lampu merah Air Paoh Kecamatan Baturaja Timur.

Kendaraan yang berhenti saat menunggu lampu merah tersebut, kata dia, dimanfaatkan para anjal dan anak punk untuk melakukan pemalakan meminta sejumlah uang kepada sopir dengan modus mengamen.

"Belasan anak yang terjaring razia ini kami beri teguran dan pembinaan agar tidak lagi melakukan pemalakan yang meresahkan pengguna jalan," kata Yuskar.

Yuskar mengemukakan, operasi pemberantasan premaninisme ini akan terus dilakukan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres OKU mejelang perayaan Natal dan tahun baru.

"Kita akan terus menggelar operasi ini hingga pergantian tahun baru nanti guna menekan angka kejahatan termasuk aksi pungutan liar di jalan raya Kota Baturaja," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar