1.000 peserta ikut Indonesia menari di Solo

id menari, Indonesia Menari, tarian tradisional, Renitasari Andrian, Ayushita

Dokumentasi- Hari Tari Dunia Penari berpartisipasi dalam pementasan tari massal "Solo Menari 24 Jam" . (ANTARA FOTO/Andika Betha)

Sukoharjo (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 1.000 peserta terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan kelompok seni mengikuti Indonesia Menari 2017 yang digelar Bakti Budaya Djarum Foundation di Mall The Park Solo Baru Grogol Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu.

Seribu penari dengan mengenakan kostum sesuai seragam kelompok masing-masing menari secara bersama-sama mengikuti gerakan tarian tradisional yang dipandu dua artis terkenal Ayushita dan Rangga Moela di dalam Mall The Park Solo Baru.

Menurut Renitasari Andrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, kegiatan Indonesia Menari itu bertujuan mengajak masyarakat Indonesia lebih dekat dengan tarian tradisional yang dikemas secara modern.

Pada tahun ini, Indonesia menari diadakan secara "indoor" dan berlangsung serentak di tiga kota yakni Solo, Jakarta, dan Bandung dengan total penari sebanyak 3.000 orang.

Ia mengatakan, masyarakat sangat antusias mengikuti tarian tradisional baik dari genersi muda, sanggar seni, pelajar, mahasiswa maupun komunitas pecinta tari. Mereka menunjukkan kemampuannya untuk merebutkan total hadiah uang ratusan juta rupiah.

"Indonesia Menari merupakan salah satu upaya Bakti Budaya Djarum Foundation untuk mengenalkan seni tari tradisional Tanah Air dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Kami melihat antusias masyarakat di luar Kota Jakarta, maka tahun ini, kemudian digelar di Bandung dan Solo," kata  Renitasari.

Pihaknya berharap melalui Indonesia Menari ini,  makin banyak masyarakat khususnya generasi muda yang memiliki keinginan   untuk mempelajari tarian tradisional Indonesia dang bangga akan seni budaya bangsa.
Menurut dia, Indonesia Menari dilangsungkan dengan bentuk tarian massal koreografi yang menggabungkan beberapa gerakan tari tradisional  nusantara dan modern dengan durasi empat menit yang diiringi musik aransemen Pongky Prasetyo, menggabungkan lagu daerah, Bungong Jeumpa dari Aceh, dan Cik Cik Periuk (Kalimantan Barat), Cingcangkeling (Jabar),  Rasa Sayange (Maluku) Si Patokaan (Sulawesi Utara),  Gemu Fa Mi Re (Nusa Tenggara Timut).

Pada Indonesia Menari tahun ini, kata dia, dikonsep oleh Rosmala Sari Dewi dari CIOFF Indonesia dengan gerakan tari tradisional  yang dikemas modern. Para peserta diwajibkan untuk mengikuti gerakan tari yang telah dikonsep, tetapi mereka terbuka untuk melakukan gerakan tarian kreasi sendiri.

Menurut Rosmala Sari Dewi dari CIOFF Indonesia dan juga sebagai Koreografer Indonesia Menari 2017 dirinya mengkolaborasikan beberapa gerakan tari tradisional dari sejumlah daerah dengan menyisipkan sedikit gerakan tari modern. Gerak itu, cukup mudah untuk diikuti, sehingga para peserta yang bukan penari tak pelu merasa tidak percaya diri untuk berpartisipasi dalam acara ini.

"Menari dan melestarikan tarian daerah bukan hanya tugas penari, tetapi mnejadi tugas semuanya sebagai masyarakat Indonesia," kata Rosmala.    

Pada Indonesia Menari 2017 yang digelar di Mall The Park Solo Baru Sukoharjo itu terpilih lima peserta terbaik kategori individu masing-masing mendapatkan hadiah satu unit Handphone Samsung Galaxy J5 Pro dari Blibli.com yakni Kusnadi, Wahidah Wahyu Mastyastuti,  Jesinia S.B., Florencia Jessy Miracle, dan Zita Pramesti Nagra Tingalan.

Pada Indonesia Menari kategori kelompok juara pertama direbut Solo Hits yang mendapatkan hadiah uang senilai Rp15 juta, disusul juara dua Genendra Gala Crew (Rp10 juta) dan ketiga  Surakartist (Rp7,5 juta), sedangkan yang terpilih kelompok favorit, yakni Rewanda (Rp5 juta)
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar