Awas jebakan "batman" akun mini bursa berjangka

id bursa, bursa berjangka, jakarta futures exchange, kliring berjangka, rifan financindo, rifan

Layanan "front office" di Kantor PT Rifan Financindo Cabang Palembang (ANTARA Sumsel/Feny Selly/17)

...Itulah mengapa selalu ditekankan, sangat diharamkan menggunakan 'uang belanja' rumah tangga...
Palembang (ANTARA Sumsel) - Istilah akun mini tentunya dipahami bagi mereka penggiat lantai bursa, tapi tentunya tidak demikian bagi masyarakat awam. Jangankan akun mini, bursa berjangka pun masih minim literasinya di masyarakat.

Namun, dari kisah singkat satu ini setidaknya masyarakat dapat memahami apa itu akun mini bursa berjangka dan jebakan apa yang ada di dalamnya.

Juwita Aziz (55), ibu rumah tangga yang kini memiliki sekaligus mengelola Taman Kanak-Kanak TK Vita Sejahtera di Jalan Sematang Borang, Komplek Griya Sejahtera Blok II Sako Kenten Palembang, menuturkan pengalaman pahitnya ketika pertama kali mengenal "trading" pada tahun 2002.

Awalnya, ia hanya mendapatkan penjelasan seadanya dari keponakannya yang kebetulan saat itu menjadi tenaga pemasaran di sebuah perusahaan investasi Kota Palembang. Selain itu, dirinya juga sempat diajak mendatangi kantor perusahaan tersebut yang berlokasi di sebuah hotel ternama di pusat kota.

"Saya langsung percaya saja, karena yang jadi agennya juga keponakan sendiri. Katanya dia yang akan urus semua. Saat itu saya agak bingung, kok bisa karena dia baru saja selesai kuliah. Rupanya, dia diajari orang kantornya, jadi saya percaya saja," kata dia di Palembang, Minggu (19/11).

Juwita mengatakan tertarik berinvestasi di Bursa Berjangka Komoditi karena dapat dilakukan dengan modal awal hanya Rp30 juta, sementara sepengetahuannya untuk melantai di bursa butuh uang ratusan juta misalnya untuk membeli saham.

Lantas mengapa dengan modal kecil ini bisa bergabung di lantai bursa ?. Belakangan ia pun mengetahui, rupanya transaksi dilakukan dengan lot kecil. Dengan kurs dolar terhadap mata uang rupiah ketika itu, ia bisa mendapatkan volume transaksi lima lot dari setoran awal Rp30 juta. 

Padahal di bawah tahun 2005, pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) melarang penggunaan akun mini, sehingga dipastikan transaksi yang dilakukan Juwita Aziz ketika itu bersifat ilegal atau tidak tercatat di bursa. Ia memperkirakan perusahaan investasi membuat program aplikasinya sendiri.

Singkat cerita, Juwita yang saat itu sedang berbisnis kecil-kecilan membuka warung kelontong pun akhirnya tertarik untuk bergabung, apalagi diiming-imingi bakal untung besar hanya bermodalkan uang sebanyak 30 juta rupiah.

"Ketika itu, katanya saya beli emas," kata dia. 

Setelah, dua hari tercatat sebagai nasabah. Ia mendapatkan laporan bahwa sudah meraup untung Rp1,9 juta. 

"Saya senang sekali. Saya pikir, enak begini saja dibandingkan berdagang gula pasir. Apalagi uangnya bisa langsung diambil, jika mau," kata dia.

Namun, pada hari ketiga, Juwita mendapatkan kabar buruk bahwa dirinya loss, dan jika ingin bertahan maka pilihan satu-satunya dengan menyuntik dana setidaknya Rp30 juta lagi.

"Ketika mendapatkan kabar itu, saya bingung. Kok cepat sekali, kemarin untung sekarang sudah rugi. Tapi karena takut rugi lebih banyak, saya pun memutuskan keluar. Sudahlah, anggap saja lagi sial," kata ibu empat anak ini.

Atas pengalaman pahit itu, Juwita mengaku jera bersinggungan lagi dengan trading, meski di kemudian hari ia menyadari bahwa dirinyalah yang sebenarnya salah. Seharusnya, ia mau mempelajari terlebih dahulu apa itu investasi di lantai bursa, produk-produk dan risikonya.

Berkaca dari kisah ini, ternyata akun mini dijadikan jalan untuk menggaet investor baru. Hal ini tentunya bisa berimplikasi positif dan bisa pula berdampak negatif, tergantung dengan keadaan calon investor.

Head of Corporate Secretary Kliring Berjangka Indonesia Agung Waluyo dalam kesempatan edukasi bersama sejumlah wartawan di Palembang, mengatakan, Bappepti sebagai otoritas pengawas perdagangan di Bursa Berjangka Komoditi sebenarnya sempat melarang penggunaan akun mini ini.

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi dan makin bertambahnya para pelaku pasar (trader) yang memilih akun mini bahkan akun mikro untuk bertrading maka Bapppepti melegalkannya sejak 2012 melalui Surat Keputusan Nomor 99/BAPPEPTI/Per/11/2012.

Menurut Agung, diperbolehkannya akun mini ini tak lain untuk menstimulus pertumbuhan Bursa Berjangka Komoditi mengingat sejak perdagangannya dibuka pada tahun 2000, terbilang lambat sekali. 

Kehadiran akun mini ini dimaksudkan memberikan ruang fleksibel bagi mereka yang ingin memulai. Atau, kira-kira sama halnya dengan tujuan dimunculkan produk saham mikro yang bermaksud meningkatkan penetrasi produk surat berharga di masyarakat.

"Bagi mereka yang ingin memulai tapi masih takut-takut, ini sah-sah saja. Tapi bagi mereka yang belum paham, tentunya ini berbahaya, bisa jadi jebakan," kata Agung.

Akun mini menjadi negatif dampaknya, jika dijadikan alat mendapatkan investor baru oleh pelaku marketing perusahaan pialang. Seperti diketahui bahwa marketing sekaligus konsultan akan mendapatkan komisi yang cukup besar untuk setiap transaksi yang dilakukan nasabahnya, yakni sekitar 15 dolar per transaksi. 

Tentunya setelah memiliki akun sendiri, bakal ada dorongan ke nasabah untuk bertransaksi. Lantas ketika loss, bagaimana menyelamatkan atau meminimalkan kerugian mengingat ruang gerak sangatlah sempit, kata Agung.

"Itulah mengapa selalu ditekankan, sangat diharamkan menggunakan 'uang belanja' rumah tangga, dan sepatutnya mereka yang berinvestasi di bursa berjangka ini sudah siap menanggung resiko. Karena, yang kami harapkan itu, lahirnya pelantai bursa andal, bukan sekadar muncul kemudian menghilang," kata dia.

Oleh karena itu, menurut Agung, apa yang dilakukan perusahaan pialang berjangka PT Rifan Financindo Berjangka patut dicontoh perusahaan pialang berjangka lainnya. Perusahaan ini hanya memperkenankan pembukaan akun bagi calon nasabah yang memiliki modal awal Rp100 juta. "Artinya ada manajemen resiko yang cukup andal di sini," ujar Agung.

Salah seorang senior bisnis konsultan di PT Rifan Financindo Cabang Palembang, Sisca, mengatakan inilah yang menjadi salah satu alasan perusahaannya tegas mengenai batas bawah nominal pembukaan akun baru.

Ia menjelaskan dengan uang Rp100 juta itu, nasabah memiliki kemampuan volume transaksi 10 lot sehingga cukup memberikan ruang untuk bertransaksi.

"Dengan 10 lot, nasabah dapat mengambil dua posisi, dan delapan lot tersisa untuk ketahanan dananya. Untuk manajemen resiko, ini cukup baik menurut saya," kata dia.

Namun, arahan yang dilakukan Sisca ke nasabahnya ini belum tentu menjadi pilihan bisnis konsultan lainnya karena setiap konsultan sejatinya memiliki cara sendiri sesuai dengan pengetahuan, pengalaman dan instingnya sebagai trader.

Oleh karena itu, yang terpenting dilakukan konsultan yakni bagaimana mengedukasi nasabah sehingga nantinya mereka melakukan trading sendiri. Menurutnya, justru menjadi berbahaya jika nasabah mempercayakan semuanya ke konsultan bisnis.

"Ini masalah yang sering kami hadapi di lapangan. Nasabah menyuruh kami mengambil posisi, saat untung tentunya tidak masalah, lantas bagaimana saat loss ?. Oleh karena itu di Rifan juga diharamkan pengambilan posisi jual atau beli tanpa sepengetahuan pemilik akun," ujar dia.

Untuk itu Rifan memiliki standar prosedur sendiri dalam menjalankan bisnis ini seperti yang dikatakan Kepala Cabang Rifan Cabang Palembang Eko Budhi Prasetyo. 

Menurutnya, kualitas Sumber Daya Manusia menjadi perhatian utama perusahaan sehingga tak heran terdapat proses yang cukup panjang untuk mencetak SDM level senior bisnis konsultan.

Seorang senior bisnis konsultan mengedukasi calon nasabah di kantor PT.Rifan Financindo cabang Palembang. (ANTARA Sumsel/Feny Selly)


Seorang tenaga kerja akan mengawali karirnya sebagai tenaga pemasaran, kemudian menjadi tenaga pemasaran sekaligus konsultan atau disebut bisnis konsultan. Lalu, apabila bisa mencetak satu tim beranggotakan tiga orang bisnis konsultan maka bisa menempati posisi puncak yakni senior bisnis konsultan. "Siklusnya pun tidak terhenti di sini, jika timnya berkurang ada kemungkinan senior bisnis konsultan akan kembali lagi ke level di bawahnya," ujar Eko.

Selain itu, proses perekrutan SDM juga terbilang cukup ketat di perusahaan yang ditetapkan Jakarta Future Exchange sebagai Perusahaan Pialang Terbaik tahun 2017 ini. Seorang calon bisnis konsultan harus berpendidikan minimal S-1, lulus tes tertulis, tes psikologi, tes wawancara, dan siap mengikuti pelatihan selama beberapa pekan.

"Setelah menjadi bisnis konsultan pun tetap didampingi mentornya yakni senior bisnis konsultan. Sehingga apapun yang dilakukan seperti mengambil posisi transaksi harus diketahui oleh nasabah dan seniornya juga," kata dia.

Melalui cara ini, Rifan berharap dapat menangguk nasabah loyal sehingga pada akhirnya menjadi pelantai bursa andal yang bisa bertransaksi sendiri. Sementara tugas konsultan kembali ke titahnya yakni hanya memberikan informasi mengenai kondisi-kondisi perdagangan teraktual dan analisa pasar dengan beberapa metode yang sudah baku.

Dengan pola strategi seperti itu, sejauh ini, Rifan Financindo Cabang Palembang mencatat pertumbuhan nasabah cukup mengembirakan sepanjang Januari-September 2017 yakni naik 146 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau berjumlah total 296 investor.
 
Capaian ini menjadi yang terbaik secara nasional dari sembilan kantor perwakilan Rifan seluruh Indonesia. Demikian juga dengan nilai transaksi karena mencatat pertumbuhan 188 persen jika dibandingkan tahun lalu pada periode Januari-September 2017.

"Dari angka ini dapat dilihat bahwa masyarakat Kota Palembang mulai melek industri perdagangan berjangka komoditi," kata Eko.

Lantaran kinerja positif itu, Rifan cabang Palembang dipastikan akan berkontribusi signifikan dalam pertumbuhan perusahaan secara nasional yang menargetkan meraup total nasabah 5.000 orang hingga akhir tahun dan nilai transaksi 500 ribu lot.

"Kami berharap bisa memberikan sumbangsih 100 ribu lot hingga akhir tahun. Melihat pergerakan ekonomi di Sumsel ini, tentunya kami sangat optimistis," kata dia.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan saat ini terdapat 80 perusahaan aktif yang menyediakan sarana berinvestasi untuk masyarakat di JFX.

"Industri Perdagangan berjangka komoditas ini sangat unik dan kompleks, untuk itu sangat penting sekali untuk mengenali dan memahaminya sebelum bergabung menjadi investor," kata dia.

Ia mengatakan yang terpenting saat ini yakni meningkatkan literasi masyarakat tentang industri PBK dan Bursa Berjangka Jakarta, seperti yang dilakukan Rifan dengan membuka laboratorium Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi di sejumlah kampus terkemuka Tanah Air.

"Berinvestasi ini merupakan salah satu langkah mendorong perekonomian di daerah. Sumsel yang selama ini masyarakat akrab dengan komoditas karet, sawit dan batu bara dapat juga masuk ke investasi berjangka tanpa harus memiliki kebun sendiri," kata dia. 

Butuh dorongan kebijakan

Bursa Berjangka Komoditi Indonesia (Jakarta Futures Exchange) masih kalah bersaing dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia meskipun negara telah membuka perdagangannya sejak 17 tahun lalu.

Head of Corporate Secretary Kliring Berjangka Indonesia Agung Waluyo mengatakan banyak faktor yang menyebabkan Bursa Berjangka Komoditi (BBK) ini mengalami pertumbuhan sangat lambat, salah satunya karena bursa yang ada di negara lain jauh lebih maju.

"Hingga kini Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Malaysia untuk perdagangan berjangka komoditi. Dilihat dari volume transaksinya saja, Malaysia bisa 26 kali lebih besar dibandingkan Indonesia," kata Agung dalam kegiatan edukasi bursa berjangka oleh PT Rifan Financindo Berjangka ke sejumlah wartawan di Palembang.

Menurut Agung butuh upaya serius dari berbagai pihak jika ingin memajukan Bursa Berjangka Komoditi ini yang memperdagangkan 11 jenis di antaranya emas, kopi, cokelat, minyak, dan lain-lain.

Indonesia sebenarnya dapat saja mencontoh cara Malaysia dalam menstimulus pertumbuhannya. "Keseluruhan Kementerian di Malaysia berupaya menjadikan komoditi yang mereka awasi itu masuk dalam bursa," kata Agung.

Menurutnya, melalui cara ini pula kiranya yang membuat Bursa Berjangka Komoditi tumbuh di beberapa kota di Amerika Serikat seperti di New York dan Chicago.

"Sebenarnya peluang bagi Indonesia di masa datang sangat besar sekali, karena potensi pasar masih sangat besar sekali," kata dia.

Sementara ini Bursa Berjangka Komoditi Indonesia mencatat hanya terdapat 58 member pialang dan 15 member pedagang sehingga jumlah member bursa tercatat 73. Dari jumlah ini, sebanyak 30 member dinyatakan aktif, 10 member kurang aktif, dan 18 member tidak aktif. Tentunya jumlah ini masih sedikit jika mengacu pada total GDP Indonesia.

Sementara itu Kepala Divisi IT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) Lukas Lauw membenarkan bahwa pertumbuhan Bursa Berjangka Komoditi di Indonesia sangat lambat meski sudah ada sejak tahun 2000.

"Hingga kini bisa dikatakan masih bayi, belum take off karena jujur saja, hingga kini sulit untuk mengalihkan investor yang sudah kadung bergabung dengan bursa lain untuk masuk ke bursa dalam negeri," kata dia.

Menurutnya, banyak langkah yang sudah dilakukan pemerintah dalam hal ini Kliring Berjangka Indonesia namun tak kunjung mendongkrak pertumbuhan.

Diantaranya, turut memperdagangkan olien seperti bursa Malaysia yang sejak lama telah memperdagangkan CPO. Kemudian menyediakan sarana perdagangan elektronik dengan mengratiskan pialang.

"Kami tanyakan ke pialang, mengapa tidak masuk bursa di Indonesia saja. Mereka bilang, harga-harganya kurang seksi, kurang fluktuatif. Saya pikir, ada benarnya juga," kata Lukas.

Hingga kini Indonesia masih jauh tertinggal dalam sisi pemanfaatan sarana investasi di lantai bursa, baik di Bursa Efek dan Bursa Berjangka. Hal ini dapat terlihat dari jumlah akun, di BEI hanya ada 600.000 akun, sedangkan di JFX hanya 120.000 akun. Secara ideal seharusnya mencapai 5 persen dari total penduduk sekitar 250 juta jiwa.

Puluhan pekerja PT Rifancindo Berjangka menyanyikan yel-yel sebelum memulai aktifitas di pagi hari di Kantor Rifan Cabang Palembang, Kamis (16/11). (ANTARA Sumsel/Feny Selly)


Chief Bussiness Officer Rifan Financindo Berjangka Teddy Prasetya mengatakan tak ada cara lain selain menumbuhkan sinergi antara pemangku kepentingan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bursa berjangka.

"Terus terang, kami iri dengan perkembangan bursa efek yang jauh lebih banyak dikenal produk-produknya oleh masyarakat. Tapi, kami harus tetap optimistis, jika setidaknya lima saja perusahaan pialang secara rutin menggelar edukasi, saya rasa penetrasi akan meningkat dengan sendirinya," kata Teddy. 

Banyak hal yang belum diketahui masyarakat mengenai Bursa Berjangka Komoditi, selain untuk sarana meraup keuntungan karena menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, sebenarnya dapat juga untuk untuk lindung nilai bagi mereka pelaku bisnis komoditi di perdagangan rill.

Selain itu, yang tak kalah penting, Bursa Berjangka Komoditi dapat juga dijadikan sarana investasi karena ada perdagangan kontrak berjangka yang ditawarkan untuk mendapatkan harga sebagai sarana memperoleh capital gain.

Tiga hal ini dapat dilakukan tak lain karena keunggulan perdagangan berjangka sendiri yang tidak dimiliki perdagangan lain yakni peluang transaksi dua arah, transaksi leverage, dan adanya kliring dan penjaminan.

Namun, semua manfaat dan keunggulan ini menjadi sia-sia belaka jika tidak diinformasikan ke masyarakat secara berkesinambungan. Tentunya, butuh sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, semisal memasukkan dalam kurikulum sekolah sehingga generasi muda Tanah Air tidak hanya tahunya menabung untuk mencapai kesejahteraan.

Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar