Enam pasangan TKI dinikahkan

id KDEI, kamar dagang, tki, pasangan, taipeh, nikah, tenaga kerja, pengantin

Dokumentasi - Sejumlah pasangan mengikuti rangkaian prosesi nikah massal di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Rabu (30/10). (FOTO ANTARA Sumsel/13/Feny Selly)

Chongqing  (ANTARA Sumsel) - Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menikahkan enam pasangan tenaga kerja Indonesia di berbagai daerah di Taiwan.

"Pernikahan massal ini bagian dari upaya meningkatkan perlindungan kepada WNI di Taiwan, khususnya kaum perempuan. Dengan adanya pengakuan yang sah secara   agama dan hukum melalui pemberian kutipan   akta nikah, maka pasangan tersebut mendapatkan jaminan hukum dari pemerintah Indonesia," kata Kepala KDEI Taipei, Robert J Bintaryo, dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Chongqing, China, Senin.

Dalam menggelar pernikahan massal pada Minggu (22/10) itu, KDEI bekerja sama dengan Kementerian Agama.

Keenam pasangan yang mengikuti prosesi di KDEI tersebut adalah Taryo-Andawati,Setyo Yudhi Yunianto-Irma Kristianti, Ratmono-Sami, Arifianto-Herlina, Sardianto-Eka Dwi Wahyuni, dan Teguh Prasetyo-Maryati.

"Rasanya deg-degan juga," tutur Eka   Dwi Wahyuni yang dipersunting Sardianto.

Perempuan asal Ngawi, Jawa Timur, itu telah 4,5 tahun bekerja merawat orang tua jompo yang tinggal di kawasan Nankang, Taipei.

Meskipun menjalani proses administrasi yang panjang karena sanak saudaranya ada di Tanah Air, dia merasa bersyukur karena pernikahannya di negeri orang berjalan lancar.

"Sebetulnya berat memutuskan menikah di  sini, tapi setelah meminta restu kepada orang tua dan diizinkan, saya dan pasangan akhirnya mantap," kata Ratmono yang menyunting Sami sebagai istrinya.

Pria asal Maos, Cilacap, Jawa Tengah, itu sudah 3,5 tahun bekerja di pabrik keramik di kawasan Miaoli.

KDEI memberikan bingkisan kepada setiap pasang peserta nikah massal berisi uang dalam bentuk tabungan, voucher belanja,kosmetik, perhiasan emas, dan kartu telepon.

"Untuk selanjutnya, kami berharap tidak hanya untuk WNI yang beragama Islam, melainkan juga non-Muslim dapat mengikuti prosesi seperti ini," ujar Robert didampingi Asisten Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Untung Subejo.

Pernikahan massal tersebut bukan yang pertama kami digelar oleh KDEI Taipei.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar