
Pon 2016 - Olah rasa bagi pemanah olimpiade Riau Ega

Bandung (ANTARA Sumsel) - Olah rasa menjadi bagian sangat penting bagi pemanah selain mengolah fisik, taktik, dan strategi.
Bagi pemanah Olimpiade Riau Ega Agata, caranya mengolah rasa sedikit berbeda jika dibandingkan teman-temannya sesama pemanah.
"Saya itu orangnya `cuek`, dan banyak yang bilang agak pendiam. Jadi saya itu tidak terlalu memikirkan hal-hal yang tidak penting, jadi santai dan relax saja," kata pemanah kelahiran Blitar, Jatim, 25 November 1991.
Ia mengatakan lebih nyaman seperti itu, sehingga energinya bisa difokuskan untuk bertanding.
"Dalam panah ini, hati harus halus sekali. Sehingga hati juga bisa turut bermain, tapi hati ini juga harus dijaga, jangan sampai ada `badmood` sehingga bisa digunakan untuk membaca arah angin dan memberikan ketenangan," kata mahasiswa semester VII jurusan manajemen Fakultas Ekonomi ini.
Riau Ega, pemanah peringkat 29 dunia sempat tampil mengejutkan pada saat berlaga di cabang panahan nomor individual putra di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016 dengan mengalahkan pemanah nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Woo-jin dengan skor 6-2
Lolosnya Riau Ega merupakan kejutan besar karena Kim Woojin adalah peringkat pertama dalam ranking round di Olimpiade 2016 ini.
Woojin adalah juga salah satu anggota tim panahan Korea Selatan yang merebut medali emas beregu putra.
Sementara pada PON XIX di Jawa Barat, Riau juga tampil prima dengan menyabet medali emas terbanyak dari seluruh peserta.
Atlet asal Jawa Timur ini, meraih medali emas pada nomor andalannya yakni recurve perorangan, recurve beregu, dan medali perak recurve mix.
Kontingen Jawa Timur nyaris menyapu bersih lima medali emas nomor recurve Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat jika saja satu nomor tidak disabet pesaing utamanya Provinsi DI Yogyakarta
Pada perebutan lima medali emas , Jatim berhasil mendominasi dengan meraih empat emas yakni dari nomor recurve perorangan putra dan puteri, recurve beregu putra dan putri.
Keberhasilan Jatim meraih emas ini tidak lepas dari penampilan gemilang atlet andalannya Riau Ega Agata.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia Deny Trisyanto mengatakan Riau Ega merupakan tumpuan Jatim untuk mengumpulkan medali dari cabang olahraga panahan.
"Meski usianya masih muda tapi dia bisa menanggung beban berat, ini yang membedakan dia dengan pemanah lain. Dia bisa mengolah raga dan rasa dihatinya dengan seimbang," kata dia.
Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
