
Disdukcapil "jemput bola" terbitkan E-KTP

Musirawas Utara, (ANTARA Sumsel) - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Musirawas Utara, Sumatera Selatan, melakukan sistem "jemput bola" ke setiap kecamatan dan desa untuk mendata masyarakat yang belum memiliki kartu penduduk elektronik (E-KTP).
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musirawas Utara Komrol Sumai, Rabu, mengatakan petugas turun ke lapangan untuk melaksanakan program E-KTP ke setiap kecamatan hingga pelosok Desa.
Ia mengatakan program itu dilaksanakan agar semua warga di Kabupaten Musirawas Utara memiliki KTP elektronik dan menghindari identitas ganda yang diduga banyak terjadi di wilayah itu.
Hingga saat ini sebagian besar masyarakat Kabupaten Musirawas Utara belum memiliki KTP elektronik sehingga Disdukcapil turun langsung ke desa-desa untuk melakukan perekaman warga yang belum memiliki KTP elektronik.
"Kami sudah ke lapangan sejak beberapa bulan lalu dan akan kembali turun untuk melengkapi data identitas masyarakat yang ada di desa-desa, karena saat turun pertama baru mendata saja dan sekarang lebih lengkap," ujarnya.
Dari sekitar 200 ribu jiwa penduduk yang belum memiliki KTP sekitar 78 persen, sedangkan desa dan kelurahan dalam tujuh kecamatan saat ini sudah 50 persen terdata.
Petugas harus turun ke lapangan karena penduduk Musirawas Utara banyak menjadi pekerja perkebunan dan pertambangan yang sulit melakukan perekaman ke kantor desa setempat.
Dengan sistem jemput bola itu diharapkan akan diketahui jumlah penduduk disetiap desa/kelurahan termasuk data ganda yang masih menggunakan kartu tanda penduduk yang lama.
Ia memprioritaskan mendata warga di kecamatan paling jauh karena masyarakatnya banyak belum tahu program KTP elektronik dan malas berurusan kepemerintahan desa karena kesibukan mereka sehari-hari sebagai petani dan karyawan perkebunan serta pertambangan.
Kecamatan yang dianggap paling jauh dengan jalan poros antara lain Kecamatan Rawas Ulu, Kecamatan Ulu Rawas, Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Nibung, sedangkan penduduknya sangat padat, jelasnya.
Sunardi salah seorang warga Kecamatan Ulu Rawas mengaku hingga saat ini belum memiliki KTP elektronik karena saat petugas Dsidukcapil ke wilayah itu pihaknya masih berada di kebun.
Ia mengatakan warga di wilayah perkebunan di Kecamatan Ulu Rawas hingga saat ini masih banyak belum mengetahui program tersebut, sehingga pemerintah kabupaten harus lebih intensif mensosialisasikan program tersebut.
"Kami sangat membutuhkan KTP baru itu karena KTP yang lama juga sudah lama mati, sedangkan untuk menggantinya terkendala waktu dan sulitnya jalan ke ibukota kabupaten," ujarnya.
Pewarta: Zulkifli Lubis
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
