Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkot Lubuklinggau bangun pasar grosir

Minggu, 31 Januari 2016 08:14 WIB
Image Print

Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan membangun pasar grosir terbesar berlokasi di lahan hibah dari Pemerintah Kabupaten Musirawas.

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Minggu mengatakan aset dari Pemkab Musirawas segera dibangun berlantai lima dari sebelumnya pasar Inpres pertama di Musirawas.

Ia mengatakan setelah Lubuklinggau dikembangkan menjadi kota dan belasan tahun lalu, Kabupaten Musirawas membuat kota tersendiri di kawasan perkantoran Agro Politan, Muara Beliti.

Namun hingga saat ini kantor Bupati Musirawas masih berada dalam Kota Lubuklinggau karena pembangunan kantor baru di Muara Beliti belum rampung.

Sedangkan aset Kabupaten Musirawas diserahkan secara bertahap saat ini baru dua yang diserahkan yaitu Rumah Sakit Siti Aisyah dan Pasar Inpres.

Aset yang belum diserahkan itu antara lain Gor Silampari Megang, Terminal Tipe A Simpang Periuk, Rumah sakit dr Sobirin dan perkantoran di Kelurahan Taba Pingin.

Mengnai rencana pembangunan pasar grosir itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) setempat guna menginvetarisir aset tersebut.

Jangan sampai terjadi tumpang tindih apa lagi lahan eks Pasar Inpres itu berdekatan dengan aset PT KAI, sehingga dalam pengoperasian pasar itu tidak mengganggu kelancaran transportasi massal angktan darat tersebut.

Penyerahan aset itu merupakan langkah awal untuk mengembangkan Pasar Inpres, karena selama ini Pasar Inpres
itu sangat kumuh dan semeraut sehingga menghambat pengembangan dan keindahan Kota Lubuklinggau.

"Kita akan desain ulang pengembangan eks Pasar Inpres itu bersama rekanan, tapi pengelolaannya dilakukan perusahaan daerah PT Linggau Bisa," ujarnya.

Humas Pemerintah Kota Lubuklinggau Perdian Putra mengatakan pemerintah daerah akan melakukan beberapa langkah dalam pembangunan pasar grosir tersebut antara lain redesain, pendanaan dan invetarisir aset PT KAI.

Ketiga upaya itu akan dirampungkan pada 2016 dan tahun depan dimulai pembangunan salah satu pasar grosir tersbesar di wilayah Sumatera Selatan karena Lubuklinggau berada di jalur lintas Sumatera yang diapit beberapa kabupaten dan provinsi tetangga yaitu, Provinsi Bengkulu dan Jambi.

Terkait permasalahan lahan dengan PT KAI, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan PT KAI pusat karena izin pemakaian Pemkab Musirawas sekarang sudah diambil alih Pemerintah Kota Lubuklinggau, ujarnya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026