Logo Header Antaranews Sumsel

Penyebaran guru di OKI belum merata

Kamis, 17 Desember 2015 13:15 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)
....Yang mengajar dari kelas satu hingga kelas enam hanya satu orang, jadi jangankan mau sesuai standar, gurunya saja kurang....

Kayuagung, Sumsel, (ANTARA Sumsel) - Penyebaran guru di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan belum merata sehingga masih sering dijumpai sekolah hanya memiliki seorang tenaga pendidik.

Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) M Rifai di Kayuagung, Rabu, mengatakan, kondisi ini menjadi kendala sendiri dalam meningkatkan standar pelayanan minimal pendidikan dasar (SD-SMP) yang merupakan program bantuan negara donor Uni Eropa.

"Untuk kawasan remote area dan terpencil, masih ada sekolah yang hanya satu gurunya. Jadi yang mengajar dari kelas satu hingga kelas enam hanya satu orang, jadi jangankan mau sesuai standar, gurunya saja kurang," kata Rifai di sela-sela kunjungan Duta Besar Uni Eropa ke Kayuagung.

Ia mengatakan secara rasio antara guru dan siswa, OKI sudah sangat memenuhi dengan rasio 1:14 dari total jumlah guru PNS 4.100 orang dan tenaga honor 2.459 orang, serta siswa berjumlah 93.873 orang.

Namun, persoalannya, para guru ini terkonsentrasi di Kota Kayuagung.

Untuk itu, ia mengharapkan Kementerian Pendidikan bisa lebih tegas terkait aturan pendistribusian guru ini.

"Bukankah seorang PNS harus siap ditempatkan di mana saja, dan jika ada tenaga honor yang diangkat, sebaiknya ditempatkan di tempatnya bekerja sebelum diangkat, jangan dipindahkan ke kota lagi," kata dia.

Kabupaten OKI terpilih sebagai proyek percontohan program peningkatan standar pelayanan minimal pendidikan dasar di Indonesia dari 108 kabupaten yang terpilih dengan mendapatkan dana bantuan masing-masing sebesar Rp1,5 miliar. Uni Eropa menargetkan pemberian bantuan sebesar 3,7 juta Euro.

Dalam program ini, OKI dipandang sudah merealisasikan dengan baik di beberapa sekolah, di antaranya MTS Subulussalam dan SD Negeri 2 Kayuagung.

Contohnya, di MTS Subulussalam yang hanya terdiri atas 18 orang murid per kelas dari standar maksimal berjumlah 32 siswa.

Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Husin mengatakan untuk program bantuan tersebut kabupatennya telah merealisasikan sebesar Rp1,375 miliar untuk menjalankan lima program, di antaranya pelatihan peningkatan kapasitas guru dan manajemen sekolah.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026