Logo Header Antaranews Sumsel

Pelajar potensi dana murah perbankan

Kamis, 5 November 2015 12:28 WIB
Image Print
Sejumlah pelajar berangkat sekolah menggunakan perahu tradisional menembus kawasan yang diselimuti kabut asap di Sungai Ogan, Palembang, Sumsel. (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/15/den)

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Kalangan pelajar sejatinya merupakan potensi bagi perbankan untuk mendapatkan dana murah pihak ketiga, karena terdapat 3,38 juta orang siswa dari tingkat SD hingga SMA di Indonesia.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan Patahuddin di Palembang, Rabu, seusai peluncuran produk Simpanan Pelajar (SimPel) Bank Sumsel Babel, mengatakan, jika sektor ini digarap dengan baik maka dapat memperbaiki kinerja dana pihak ketiga.

Oleh karena itu, perbankan harus memaksimalkan produk SimPel yang sudah diluncurkan secara serentak di Jakarta, pada 8 September lalu.

"Dalam tabungan SimPel ini, penabung boleh menyetor dari nominal terendah Rp5.000 tanpa biaya administrasi, dan tanpa kelengkapan administrasi seperti KTP dan lainnya. Sehingga, jika semua pelajar bisa mengakses ini, maka menjadi potensi luar biasa," ujar dia.

Hanya saja, perlu keseriusan dari kalangan perbankan untuk menggarapnya karena harus didukung oleh infrastruktur yakni mobil kas keliling.

Setidaknya, dalam satu minggu, terdapat satu kali kunjungan untuk menerima setoran siswa.

Direktur Bank Sumsel Babel (BSB), M Adil mengatakan respon positif sudah diterima perusahaan yakni penambahan nasabah baru sebanyak 80 orang, sementara yang sudah mengambil formulir isian mencapai 400 orang.

Sementara itu, pada tahun pertama ini, BSB menargetkan terjadi penambahan 5.000 nasabah dari kalangan pelajar melalui produk tabungan SimPel ini.

"Produk ini akan lebih disosialisasikan lagi, dan ditambah jalinan kerja sama dengan pihak sekolah. Dalam waktu dekat, sekolah-sekolah di Kota Palembang dari tingkatan SD hingga SMA akan didatangi," ujar dia.

Kegiatan aktivasi program Tabungan SimPel sebelumnya telah diikuti Bank Umum Konvensional (Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Bank Permata, Bank Jabar-Banten dan Bank Jatim) dan enam Bank Umum Syariah (Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah, dan Panin Syariah).

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan pada tahun 2013 kepada 8000 responden, tingkat inklusi keuangan kelompok siswa baru mencapai 44 persen, katanya.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026