Logo Header Antaranews Sumsel

Tim calon Bupati Muratara temukan DPT ganda

Senin, 26 Oktober 2015 13:55 WIB
Image Print
Ilustrasi(FOTO ANTARA)

Musirawas Utara, (ANTARA Sumsel) - Tim salah satu calon Bupati Musirawas utara menemukan data Daftar Pemilu tetap diduga ganda mencapai 5.108 orang yang sudah terdata selama ini.

"Kita awalnya akan membantu kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), untuk mengakuratkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) tersebut, namun menemukan data yang mencurigakan, kata NovriansyahTim Advokasi pasangan Calon Bupati Syarif Hidayat-Devi Suhartini, Senin.

Ia mengatakan yang bertanggungjawab pada pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Musirawas utara itu, adalah KPU Provinsi Sumatera Selatan, karena daerah itu belum terbentuk KPU-nya.

Dalam pendataan tim pasangan calon bupati nomor tiga itu di lapangan menemukan 5.108 orang yang ada dalam DPT KPU Provinsi Sumsel terindikasi ganda.

Dari jumlah 5.108 orang namanya masuk dalam DPT itu 1.833 orang namanya ganda dan 3.275 orang nomor Induk Keluarga (NIK) dan tanggal lahir juga ganda.

Temuan itu sudah dilaporkan ke badan pengawas Pemilihan umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera selatan untuk di verifikasi sesuai masukan dari tim tokoh masyarakat Musirawas utara.

"Kita memaklumi temuan itu karena Kabupaten Musirawas Utara baru pertama kali melakukan Pilkada bupati setelah berpisah dengan kabupaten induk Musirawas akhir 2013," ujarnya.

Namun temuan itu harus ditindak lanjuti karena akan merugikan pasangan calon bupati lainnya, apa lagi pertarungan tiga calon bupati Musirawas utara diperkirakan akan lebih sengit.

Ia mencontohkan temuan NIK ganda itu terjadi atas nama Siti Hawa dari kelurahan Sosokan berada di TPS 2 double NIK dengan Hawati di TPS 3.

Sedangkan nama ganda dan tanggal lahir terdapat pada nama Marzuki dari kelurahan Sosokan di TPS 2 yang nama sama dengan tanggal lahir dan NIK atas nama Yulista Karmila di TPS lain.

Belum lagi orangnya sudah meninggal, sedangkan namanya masih masuk dalam DPT, dengan demikian pihaknya minta Panwaslu agar mengkroscek faktual temuan itu, jangan sampai dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab, ujarnya.

Komisioner KPU dan Panwaslu Provinsi Sumatera Selatan ketika dikonfirmasikan hadephonnya tak aktif mungkin masih sibuk dilanda kabut asap tebal.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026