Logo Header Antaranews Sumsel

Gubernur minta semua pihak antisipasi kabut asap

Selasa, 15 September 2015 12:35 WIB
Image Print
Sejumlah pengendara sepeda motor melitasi Jembatan Ampera Palembang, Sumsel yang diselimuti kabut asap (Foto Antarasumsel.com/15/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta semua pihak termasuk masyarakat mengantisipasi kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan.

Pihaknya berkerjasama dengan TNI dan Polri dalam memadamkan titik api di daerah ini sehingga kabut asap semakin berkurang, kata gubernur di Palembang, Senin.

Dia menegaskan, kabut asap harus diantisipasi bersama antara lain dengan tidak membakar hutan dan lahan saat mebuka perkebunan dan persawahan. Semua itu dilakukan untuk mengantisipasi sebaran titik api supaya tidak terjadi dan meluas.

Menurut dia, siaga kabut asap dimulai awal Februari lalu, bahkan Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi hutan dan lahan terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Hal ini berarti pemerintah serius dalam menanggulangi kabut asap dengan memadamkan titik api, kata gubernur.

Dalam kesempatan itu, gubernur kembali mengimbau masyarakat tidak membakar lahan saat membuka persawahan termasuk perkebunan dan hal itu salah satu cara mengurangi kabut asap.

Komandan Satgas Siaga Darurat Bencana Asap Danrem 044 Gapo Kolonel Inf Tri Winarno saat rapat rutin di Posko utama mengatakan, pihaknya akan mengundang seluruh kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah kabupaten-kota di Sumsel untuk membahas tentang darurat bencana asap akibat kebakaran hutan.

Menurut dia, pihaknya masih fokus pemadaman titik api di lahan gambut yang berada di daerah Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan komering Ilir.

Memang, lanjut dia, api di lahan gambut tersebut api sulit dipadamkan karena sebarannya hingga ke dasar yang kedalamannya mencapai dua meter.

Yang jelas, kata dia, upaya penanggulangan terus dilakukan baik melalui operasi darat dan udara dengan bom air.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026