
Legislator: Sumsel perlu hujan buatan

Palembang (ANTARA Sumsel) - Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan menyatakan provinsi itu saat ini sudah memerlukan hujan buatan, karena titik api telah banyak yang muncul.
Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan Fahlevi Maizano di Palembang, Rabu menyampaikan hal itu terkait dengan musim kemarau yang terjadi sekarang ini di provinsi tersebut.
Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan, karena adanya keluhan dari masyarakat.
"Sekarang ini, hujan buatan itu sudah perlu dilakukan di Sumsel, karena hot spot sudah banyak," katanya.
Ia mengatakan, rencananya peluncuran hujan buatan akan dilaksanakan pada Kamis besok (9/7) di Lanud Palembang.
Hujan buatan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi kebakaran lahan, ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Kemudian juga sudah ada maklumat dari Polda Sumsel mengenai larangan untuk membakar lahan dan bagi mereka yang membakar lahan akan dikenakan sanksi, tuturnya.
Sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyatakan titik api atau hot spot sekarang ini paling banyak berada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
"Sekarang ini yang paling banyak itu di Kabupaten Musi Banyuasin dan dirinya sudah peringatkan pemerintah kabupaten setempat," ujarnya.
Kemudian BPBD bukan karena ada laporan baru bergerak tapi selalu menjaga terus, tetapi tolong dimaklumi juga wilayah luas, sedangkan hujan tidak turun-turun sudah musim kemarau.
Walaupun demikian pejabat nomor satu di lingkungan Pemprov Sumsel itu memastikan kalau hot spot tersebut sampai saat ini belum dikhawatirkan.
Pewarta: Oleh Susilawati
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
