
Program KB di Palembang belum maksimal

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Keluarga Berencana Dan Pemberdayaan Perempuan Kota Palembang menyatakan program KB belum berjalan maksimal karena rata-rata keluarga di kota ini memiliki anak tiga orang.
Sekretaris BKBPP Kota Palembang Najib di Palembang, Rabu, mengatakan, kenyataan ini berbanding terbalik dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai program KB.
"Dari sisi pengetahuan, bisa dikatakan hampir 95 persen pasangan usia subur warga Palembang telah paham apa itu KB. Tapi, untuk benar-benar memiliki hanya dua orang anak ini masih belum bisa seratus persen," kata dia.
Meski demikian, capaian pada 2015 ini, jauh lebih baik jika dibandingkan 5--10 tahun yang lalu yakni rata-rata satu keluarga memiliki anak di atas 4 orang.
"Kesadaran masyarakat untuk hanya memiliki dua anak saja terbilang sudah ada, tapi tidak bisa berlangsung cepat," kata dia.
Menurutnya, hal ini dipengaruhi juga dengan alat kontrasepsi yang digunakan masyarakat.
Saat ini BKKBN gencar mengajak pasangan usia subur menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang yakni IUD dan implant dan `intra uterine device` (IUD) atau spiral.
Namun, kenyataannya, angka penggunaan alat kontrasepsi suntikan dan pil masih tergolong tinggi.
"KB suntik dan pil ini hanya berfungsi untuk tiga bulan sehingga rawan terjadi `kebobolan`, berbeda dengan IUD dan implant yang bisa lima tahun. Untuk itu, pemerintah akan menggecarkan sosialisasikan ke warga Kota Palembang," kata dia.
Dari program KB yang diikuti, alat kontrasepsi yang paling diminati yakni suntikan. Pada 2014, sebanyak 25.639 peserta baru telah mengikuti program KB tersebut.
Masyarakat menyukai kontrasepsi ini karena metodenya sederhana (tidak harus operasi) dan dapat didapat dengan mudah dari paramedis, terutama bidan, kata dia.
Sementara itu, Angka TFR tercatat 2,6 per wanita usia subur (dalam 10 wanita usia subur terdapat 26 anak yang terlahirkan) atau menyamai catatan SDKI 2007 (stagnasi).
Berdasarkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 diputuskan laju pertumbuhan pendudukan menjadi 1 persen atau menurun dari 1,8 persen per tahun, angka kelahiran total dari wanita usia subur (TFR) menurun dari 2,6 menjadi 2,29, dan penggunaan alat kontrasepsi modern berkisar 63 persen.
Pewarta: Oleh Dolly Rosana
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
