Musirawas (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musirawas, Sumatera
Selatan, minta kepada perusahaan perkebunan PT London Sumatera setempat
agar melindungi hak-hak buruh dari ancaman masyarakat sekitarnya.
Para buruh di Perkebunan PT London Sumatera (Lonsum) daerah itu
akhir-akhir ini merasa tidak nyaman bekerja karena mendapar ancaman dari
masyarakat yang bersengketa dengan perusahaan tersebut, kata Bupati
Musirawas Ridwan Mukti melalui Kabag Tata Pemerintahan Rehal Ikmal,
Kamis.
Hal itu dikemukakannya terkait aksi ratusan buruh PT Lonsum minta
pengamanan ke DPRD dan pemerintah Kabupaten Musirawas beberapa hari
terakhir.
"Kami akan menundak lanjuti penyelesaian permasalahan antara PT
Lonsum dengan warga Desa Muara Rengas setempat dengan membentuk tim
Adhock yang diketuai Kepala Dinas Transmigrasi," jelasnya.
Namun Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi H Murtin tak bisa
hadir saat itu akibat ada musibah orang tuanya meninggal, namun ada
perwakilan stafnya saja.
Hasil keptusan dalam rapat yang dihadiri perwakilan aksi massa dan
unsur pejabat terkait memutuskan bahwa Pemkab Musirawas melalui
Dinasnakertrans akan menyurati PT Lonsum agar memberikan perlindungan
dan hak-hak buruhnya.
Penyelesaian sengketa lahan antara warga dan perusahaan itu akan
difasilitasi tim adhock pada minggu pertama setelah lebaran karena surat
dari pemerintah daerah dikirimkan, Kamis (25/6).
Kapolres Musirawas AKBP Nurhadi Handayani melalui Kasubag Ops AKP
Yul Fikri meminta buruh jangan merasa pesimis dulu kepada anggota polisi
yang bertugas untuk memberikan kenyamanan dan keamanan masyarakat.
"Kami akan koordinasi dengan Kapolsek Muara Lakitan dan Kapolres
Muara Kelingi agar segera ditindaklanjuti untuk mengamankan jalur menuju
pabrik, sehingga tidak ada portal siluman dan ancaman terhadap para
buruh,"tegasnya.
Koordinator buruh PT Lonsum Indra Yana mengharapkan perlindungan
dari pemerintah daerah karena hampir setiap hari ada ancaman dari warga
Desa Muara Rengas dan memasang portal menuju lokasi pabrik.
Intimidasi oknum warga itu terkait permasalahan lahan antara
perusahaan dan warga hingga sekarang belum selesai, sehingga mereka
tetap menuntut haknya termasuk minta kebun plasma.
"Kami tidak bisa bekerja dengan nyaman karena selain ancaman teror
mengerikan, juga jalan menuju pabrik setiap hari ada portal siluman dan
dikhawatirkan ada tanjau yang membahayakan," ujarnya.
Pemkab minta PT Lonsum lindungi hak buruh
Bupati Musi Rawas Ridwan Mukti (Foto Antarasumsel.com/Ist)
