Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel genjot produksi perikanan sungai

Kamis, 25 Juni 2015 12:41 WIB
Image Print
Kolam ikan air deras (ANTARA FOTO)

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Selatan menggenjot produksi perikanan sungai dan budidaya karena memiliki areal perairan umum dan daratan seluas 2,5 juta hektare.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat DKP Sumsel Galamda Israk di Palembang, Kamis, mengatakan, luas perairan umum Sumsel yang memiliki 11 sungai serta 49 anak sungai dengan total panjang 920 km ini tercatat menjadi yang terluas di Indonesia.

"Terdapat 221 jenis ikan di Sungai Musi, salah satunya yang terkenal adalah belida di mana ikan itu sudah terancam punah, belum lagi jenis ikan lainnya. Potensi perikanan umum dan daratan ini yang saat ini sedang digarap karena produksi 97 ribu ton pada 2014 dinyakini belum maksimal," ujar dia.

Untuk mendorong peningkatan produksi yang ditargetkan 99,2 ribu ton pada 2018 ini, pemkot telah memiliki sejumlah langkah dan strategi, di antaranya, mendorong investasi di sektor perikanan dan penekanan kasus `illegal fishing`.

Pemerintah fokus mendorong investasi jangka panjang, seperti pembuatan tempat penyimpanan ikan, pembuatan pabrik pengolahan ikan, pembuatan kolam, dan pembelian kapal.

"Sejauh ini, sudah ada tapi tumbuhnya memang tidak signifikan, dan diharapkan dengan kehadiran Pusat Pengembangan Perairan Umum di Palembang pada tahun ini yang menjadi satu-satunya di ASEAN dapat mendongkrak investasi," kata Galamda.

Pada 2015, DKP Sumsel menargetkan investasi yang masuk sebesar Rp790,66 miliar atau hanya naik tipis dari capaian tahun lalu yang membukukan Rp790,48 miliar.

Sementara target hingga akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah hanya mematok Rp807,309 miliar pada 2018.

DKP akan mendorong kalangan swasta untuk mau berinvestasi di sektor industri pengolahan ikan yang pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp790 miliar.

"Potensi bisnis ini yang gencar ditawarkan ke investor karena Sumsel memiliki keunggulan sendiri karena memiliki beragam jenis ikan yang dihasilkan dari perairan air laut, air payau, hingga air tawar," ujar dia.

Sedangkan terkait dengan ilegal fishing, Dinas Kelautan dan Perikanan akan meningkatkan pengawasan terhadap "illegal fishing" di perairan tangkap bekerja sama dengan polisi.

"Jika penangkapan ikan dengan cara yang ilegal yakni penyentruman dapat diberantas maka hasil tangkapan ikan nelayan akan bertambah," ujar dia.

Sementara ini, Provinsi Sumatera Selatan menargetkan produksi perikanan tangkap bertambah 1.000 ton pada 2015 setelah pada tahun sebelum berhasil mencapai target 97.000 ton.

Sedangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2018, produksi ikan dipatok sebanyak 99 ribu ton.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026