Logo Header Antaranews Sumsel

BPS survei kebutuhan data masyarakat

Kamis, 7 Mei 2015 15:51 WIB
Image Print
Badan Pusat Statistik (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei kebutuhan data yang diperlukan masyarakat untuk menyikapi meningkatnya keinginan publik mendapatkan informasi valid dalam satu dekade terakhir.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Sumatera Selatan Sutono di Palembang, Kamis, mengatakan, survei yang sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu merupakan bentuk komitmen BPS sebagian institusi pelayan masyarakat dalam bidang penyajian data statistik.

"Saat ini masyarakat semakin paham mengenai pentingnya data, sehingga survei ini dilakukan untuk mengetahui data apa yang dibutuhkan masyarakat tapi belum tersaji oleh BPS," ujar dia.

Ia mengatakan, data BPS semakin dibutuhkan para pemangku kepentingan untuk dijadikan landasan dalam mengambil keputusan seiring dengan kemajuan teknologi dan gencarnya pertumbuhan di berbagai sendi kehidupan.

"Jadi masyarakat sudah tahu, bicara itu harus berdasarkan data, jika tidak ada dasarnya maka akan ngawur," kata dia.

Selain menyurvei kebutuhan data masyarakat, BPS juga menyurvei mengenai tingkat kepuasan masyarakat terkait kinerja.

"Seperti halnya produk yang terkadang perlu menyurvei kepuasan masyarakat, BPS pun sama, ingin juga mengetahui sejauh mana kepuasan masyarakat terhadap data yang disajikan selama ini," kata dia.

Terkait dengan kepuasan masyarakat ini, ia tidak menyangkal masih ada ketidakpuasan atas data yang disajikan BPS karena menilai metodelogi yang digunakan tidak tepat sasaran sehingga data terlihat tidaks susuai dengan fakta.

Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa dalam penyajian data statistik terdapat toleransi untuk kesalahan sehingga tidak bisa tepat seratus persen.

"Masyarakat harus melihat metodelogi yang digunakan, jadi tidak asal mengambil. Contohnya untuk data kepedudukan, ada dua versi yakni mengumpulkan data dari rumah ke rumah, mengumpulkan data dari ketua RT, jadi tinggal pilih yang mana," kata dia.

Selain itu, masyarakat tidak perlu meragukan data yang dihasilkan BPS karena telah mengacu pada metodelogi yang berlaku secara internasional, apalagi sudah bersinergi dengan seluruh institusi pemerintah.

"Seperti data ekspor impor, BPS menyajikan klasifikasi barang sesuai dengan kategori yang ditetapkan secara internasional, jika pun ada tambahan sifatnya untuk memenuhi kebutuhan data nasional. Jadi para pengguna harus berhati-hati dalam memakai data yang beredar," kata dia.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026