
Harga CPO Sumsel turun

Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Perkebunan Sumatera Selatan menyatakan harga minyak sawit mentah di provinsi itu pada Jumat tercatat Rp7.627 per kilogram, atau turun dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya yang mencapai Rp7.802.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel Benyamin di Palembang, Jumat, mengatakan harga beli minyak sawit mentah (CPO) di daerah tersebut terjadi penurunan dibandingkan dengan kondisi akhir Oktober.
Menurut dia, harga pasar CPO di Sumsel sejak akhir bulan lalu hingga sekarang ini kurang stabil, dari naik dan kemudian turun lagi tergantung perkembangan harga di pasaran dalam dan luar negeri.
Ia menjelaskan turunnya harga tersebut di samping dampak dari pasaran di luar negeri (ekspor), juga berdasarkan kesepakatan melalui rapat rutin diadakan dua kali sebulan antara pengusaha perkebunan di daerah itu.
Melalui rapat rutin yang diadakan Dinas Perkebunan Sumsel bersama sejumlah pengusaha swasta nasional perkebunan kelapa sawit di daerah itu, harga CPO pekan ini ditetapkan menjadi Rp7.627 per kilogram, artinya terjadi penurunan dibandingkan dengan kondisi dua pekan sebelumnya yang Rp7.802.
Benyamin mengemukakan turunnya harga CPO tersebut juga diikuti dengan harga jual buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari Rp1.407 per kilogram menjadi Rp1.399.
Ia mengatakan turunnya harga tersebut juga karena kedua jenis komoditas olahan hasil perkebunan kelapa sawit itu, saling berhubungan, yakni TBS merupakan bahan baku CPO.
Selain itu, katanya, juga berpedoman pada pasaran CPO nasional dan di luar negeri, karena sebagian hasil komoditas tersebut diekspor.
Sentra perkebunan kelapa sawit di Sumsel, antara lain di Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Musirawas.
Luas areal perkebunan kelapa sawit di Sumsel, hingga saat ini mencapai sekitar 700.000 hektare, sebagian besar diusahakan oleh perusahaan perkebunan besar swasta nasional dan sebagian lainnya investor asing serta petani lokal.
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
