Logo Header Antaranews Sumsel

Konsultan contoh sistem atasi banjir

Jumat, 5 September 2014 19:58 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Konsultan dari Wittenveen + Bos, Ing Adecar Nugroho mengatakan akan mencontoh sistem polder atau penampungan air terpadu yang telah dioperasikan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara untuk dibangun di Kota Palembang.

"Kami mengadopsi sistem polder di Pantai Indah Kapuk (PIK) tetapi untuk implementasinya masih membutuhkan pengkajian yang lebih detail sehingga bisa direalisasikan," katanya ketika menjadi pembicara pada Bimbingan Teknis Urban Polder Water Management System, di Palembang, Jumat.

Menurut dia, sistem polder tersebut terbukti mampu mengantisipasi genangan air di kawasan pemukiman yang berada di wilayah pantai itu.

Sistem pengendalian air tersebut dinilai efektif untuk mengantisipasi banjir di kawasan rendah, tambahnya.

Ia mengatakan, penelitian dan pengkajian sebelum pembangunan polder itu tentu menjadi penentu bagi realisasi proyek itu.

Karena itu, pihaknya telah berkunjung ke lokasi untuk memastikan kesimpulan akhir tepatkan pembangunan sistem polder di perumahan Poligon Palembang sebagai lokasi yang rawan banjir, katanya.

Dia menjelaskan, lembaga tersebut telah melaksanakan sejumlah proyek pengendalian banjir, seperti di Belanda dan Kazastan.

Khusus di Indonesia sistem polder di PIK menjadi salah satu proyek yang telah terbukti tepat dalam mengendalikan genangan air, ujarnya.

Sementara Kasi Pembinaan Teknis Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas PU Bina Marga dan PSDA Kota Palembang, R Marlina S menambahkan, kalau pihaknya telah melakukan pengkajian secara mendalam terkait dengan rencana pengendalian banjir di kawasan perumahan Bukit Sejahtera Poligon.

"Hasilnya, sistem polder dinilai paling tepat dan efektif untuk mengendalikan banjir di kawasan tersebut," tambahnya.

Ia mengatakan, pembangunan sistem polder itu menjadi solusi pengendalian banjir di daerah tersebut.

Dimana, air hujan atau berasal dari pasang Sungai Musi ditampung pada bak penampungan sementara dengan volume sekitar 10.000 liter dan akan dipompa dan dialirkan ke Sungai Musi melalui sistem pompa, katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026