
Dinkes periksa intensif makanan diduga mengandung formalin

Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Kesehatan Kota Palembang melalui 39 puskesmas di daerah itu memeriksa secara intensif makanan dan minuman yang dijual di pasar tradisional, terutama tahu dan mie basah yang diduga mengandung formalin.
"Kami telah menugaskan setiap puskesmas memantau dan mengecek langsung tahu dan mie basah yang dijual di pasar wilayah kerja mereka," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Anton Suwindro, Minggu.
Menurut dia, pemeriksaan kandungan formalin dan borak serta pewarna kimia menjadi sasaran utama pihaknya.
Hasilnya, dalam waktu dekat akan segera diumumkan kepada masyarakat, tetapi pihaknya mengimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli bahan makanan, katanya.
Ia mengatakan, sampai kini pasar tradisional masih menjadi lokasi paling diminati masyarakat untuk berbelanja beragam kebutuhan.
Karena itu, pemeriksaan sebagai upaya memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat sehat dilakukan secara optimal, katanya.
Dia menjelaskan, indikasi penggunaan zat berbahaya, seperti formalin, borak dan pewarna kimia sangat kuat.
Mengingat biasanya menjelang dan selama Ramadhan permintaan akan makanan dan minuman mengalami peningkatan signifikan, ujarnya.
Anton menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan tim khusus yang memeriksa makanan dan minuman dijual di pasar Ramadhan.
Pemeriksaan di pasar Ramadhan dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat mengonsumsi zat beracun, tambahnya.
Formalin, borak dan pewarna kimia sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia yang menimbulkan beragam efek negatif.
Jika dikonsumsi, ia menegaskan akan menyebabkan sakit berbahaya, seperti kanker dan tumor karenanya harus diantisipasi tidak menjadi asupan tubuh, katanya.
Pewarta: Oleh Nila Ertina
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
