Logo Header Antaranews Sumsel

Nilai tukar dolar melemah di Asia

Jumat, 27 Juni 2014 16:10 WIB
Image Print
Dolar (FOTO ANTARA/is)

Tokyo (ANTARA/AFP) - Nilai tukar dolar melemah terhadap yen dan
euro di perdagangan Asia pada Jumat, setelah data ekonomi AS mengecewakan dan Wall Street merosot, kata para dealer.

Greenback berpindah tangan pada 101,37 yen pada perdagangan sore di Tokyo, turun dari 101,70 yen di New York pada Kamis sore.

Euro diambil 1,3628 dolar dan 138,15 yen terhadap 1,3619 dolar dan 138,62 yen.

"Momentum penjualan dolar terus berlanjut karena kekecewaan atas
data AS," kata seorang dealer senior di FX Prime Corp.

Data baru dari pemerintah Jepang pada Jumat, termasuk inflasi, memiliki dampak yang terbatas pada pasar mata uang.

Pelemahan dalam Nikkei berjangka di pasar saham Tokyo juga
berkontribusi terhadap penurunan dolar terhadap yen, dealer bank Jepang mengatakan kepada Dow Jones Newswires.

Saham Eropa dan AS ditutup lebih rendah setelah data resmi menunjukkan bahwa belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua-pertiga dari aktivitas ekonomi AS, naik hanya 0,2 persen pada Mei setelah datar pada April.

Harga konsumen inti -- tidak termasuk makanan segar yang volatil -- naik 3,4 persen tahun-ke-tahun pada Mei, kementerian dalam negeri Jepang mengatakan Jumat.

Angka itu lebih tinggi dari kenaikan 3,2 persen pada April, tetapi sesuai harapan pasar, dan memberikan dorongan kepada Perdana Menteri Shinzo Abe yang bertujuan menggantikan tahun deflasi dengan tingkat inflasi sehat lebih dari dua persen.

Namun, para analis mengatakan potongan besar dari peningkatan ini berasal dari kenaikan pajak konsumsi 5,0 persen menjadi 8,0 persen, yang mulai berlaku pada 1 April.

Dengan demikian, itu tidak mungkin untuk melemahkan program stimulus bank sentral Jepang (BoJ), sebuah langkah yang akan menempatkan tekanan pada yen.

"Sementara inflasi nasional naik ke tertinggi baru pada Mei, kami berpikir bahwa tekanan inflasi yang mendasarinya telah berkurang," Capital Economics mengatakan dalam sebuah catatan.

"Inflasi inti, yang tidak termasuk semua harga makanan dan energi, sedikit lebih rendah dari 2,3 persen menjadi 2,2 persen," katanya.

Dolar diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang Asia-Pasifik lainnya.

Unit AS jatuh menjadi 1,2486 dolar Singapura dari 1,2490 dolar Singapura pada Kamis, menjadi 29,88 dolar Taiwan dari 29,93 dolar Taiwan dan menjadi 43,79 peso Filipina dari 43,82 peso.

Dolar juga turun menjadi 1.013,75 won Korea Selatan dari 1.016,38 won dan menjadi 60,14 rupee India dari 60,20 rupee.

Greenback hampir datar di 32,47 baht Thailand dibandingkan engan 32,46 baht pada hari sebelumnya, tetapi naik menjadi 12.103,00 rupiah Indonesia dari Rp12.089,00/dolar.

Dolar Australia merosot menjadi 94,37 sen AS dari 94,02 sen AS, sedangkan yuan Tiongkok diperdagangkan pada 16,28 yen terhadap 16,33 yen.

Penerjemah: A. Suhendar



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026