
Disbun Musirawas tunda program peremajaan karet

Musirawas (ANTARA Sumsel) - Dinas Perkebunan Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan menunda program kegiatan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu untuk peremajaan kebun karet 2014, karena menunggu penentuan dan pemantapan calon petaninya.
Program Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) 2014 itu untuk membantu peremajaan kebun karet rakyat di sejumlah desa di wilayah itu, kata Kepala Dinas Perkebunan Musirawas H Randani, Rabu.
Ia mengatakan, mestinya kegiatan itu digelar pertengahan April 2014, namun penentuan dan pemantapan calon petani dan lokasinya dalam proses, maka ditunda hingga bulan depan,
Akibat tertundanya kegiatan tersebut maka berimbas pada pelaksanaan program SLPHT 2014 yang mestinya digelar pekan lalu.
"Tim teknis masih menunggu penentuan dan pemantapan calon petani-calon lokasi(CPCL) sebagai peserta program peremajaan perkebunan karet rakyat tersebut," katanya.
Saat ini pemantapan CPCL masih dalam proses, sedangkan program SLPHT sangat berkaitan, makanya baru akan dimulai setelah legalitasnya sudah dipastikan.
Ia menjelaskan, program SLPHT itu mulai 2014 tidak lagi diprioritaskan kepada petani tanaman pangan saja, tapi sudah difokuskan untuk mengendalkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para petani tanaman perkebunan khususnya komoditas karet.
Di Kabupaten Musirawas hingga saat ini lebih dominan perkebunan karet sehingga perlu peningkatan pengetahuan petani akan pengelolaan kebun mereka agar produksinya meningkat dan terhindar dari serangan hama.
Hal itu juga tak lepas dari bimbingan para penyuluh lapangan yang selama ini sudah tersebar di seluruh pelosok daerah Musirawas.
Sekretaris Dinas Perkebunan Musirawas Achmad Herman mengatakan peremajaan kebun karet rakyat di wilayah itu setiap tahun ditingkatkan luas arealnya, karena banyak tanaman kurang produktif.
"Kami setiap tahun menyeleksi calon petani yang kebunnya sudah tidak prodiktif, nantinya akan direkomendasikan untuk mendapat pinjaman dana dari perbankan dan mereka sendiri melakukan peremajaan, sedangkan bibitnya akan dibantu dari dinas," katanya.
Pewarta: Oleh: Zulkifli Lubis
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
