
LinkedIn luncurkan situs berbahasa China

(ANTARA Sumsel) - Situs jejarig sosial profsional LinkedIn meluncurkan situs versi bahasa China-nya pada Senin, sebuah langkah yang bisa meningkatkan ekspansinya ke China, pasar Internet dengan pengguna terbesar di dunia.
CEO LinkedIn Jeff Weiner pada Senin mengakui dalam sebuah pesan blog bahwa perusahaan itu akan menyensor konten yang diunggah para pengguna di situsnya dengan tujuan agar sejalan dengan aturan China.
Namun Jeff mengatakan keuntungan dengan menyediakan layanan onlinennya kepada pengguna di China melebihi kekhawatiran itu. Dia berjanji bahwa perusahaan itu akan bersikap "terbuka" mengenai penerapannya.
"Memperluas layanan kami di China menimbulkan pertanyaan sulit, namun jelas bagi kami bahwa keputusan untuk melanjutkannya adalah hal yang tepat," kata Jeff.
Perusahaan Internet asing mengalami kesulitan saat beroperasi di China. Beijing menyensor hal-hal sensitif dari Internet dan memblokir jejaring sosial Facebook dan Twitter, upaya luas yang menurut para analis ditujukan untuk mempertahankan pengaruh Partai Komunis dan memeliharan stabilitas sosial.
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
