Logo Header Antaranews Sumsel

Legislator: harga elpiji Sumsel masih tinggi

Rabu, 8 Januari 2014 22:16 WIB
Image Print
Seorang pembeli melakukan transaksi pembelian gas elpiji di salah satu agen pengecer di Kota Palembang, Sumsel, Kamis (2/1). (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Anggota Komisi III DPRD Sumatera Selatan menilai harga elpiji tabung isi 12 kilogram sekarang ini masih tinggi dengan kenaikan Rp1.000 per kilogram setelah dilakukan penurunan kembali beberapa waktu lalu.

"Memang kenaikannya kecil hanya Rp1.000 per kilogram, tetapi kalau 12 kilogram menjadi Rp12 ribu, jadi masih juga tinggi," kata Anggota Komisi III DPRD Sumatera Selatan yang juga Penasehat DPD Hiswanamigas Sumatera bagian Selatan, Junaidi Ramli di Palembang, Rabu.

Menurut dia, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) saja naik Rp1.000-Rp2.000 premium masyarakat menjerit apalagi ini Rp12 ribu.

Idealnya kenaikan itu hanya Rp3.000 atau minimal Rp5.000 untuk elpiji tabung isi 12 kilogram, katanya.

Apalagi saat ini, lanjutnya, kondisi daya beli masyarakat masih rendah.

Ia mengatakan, walaupun pemerintah telah menurunkan harga elpiji 12 kilogram itu, namun di Sumsel, elpiji tersebut masih mahal dan langka, karena sub agen masih menahan untuk mengurangi kerugian mereka sebab mereka beli dengan harga mahal.

"Baru beberapa hari membeli dengan harga mahal, harga elpiji diturunkan kembali," ujarnya.

Ia menyatakan, pemerintah berkewajiban menstabilkan harga elpiji tersebut sehingga elpiji 12 kilogram turun.

Hingga kini elpiji 12 kilogram harganya masih tinggi dan belum turun serta langka, karena itu pihaknya berharap Pertamina melakukan operasi pasar sehingga masyarakat tertolong, katanya.

Sebelumnya, sebagaimana disampaikan pemegang saham PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menaikkan harga elpiji tabung isi 12 kilogram hanya sebesar Rp1.000 per kilogram, dari harga yang ditetapkan sebelumnya naik sekitar Rp3.900 per kilogram.

Dengan demikian harga elpiji nonsubsidi tabung isi 12 kilogram Pertamina menjadi sekitar Rp82.000 per tabung, dari sebelumnya sekitar Rp70.000 per kilogram.

Sebelumnya, per 1 Januari 2014 Pertamina sempat menaikkan harga elpiji nonsubsidi tabung isi 12 kilogram sebesar 57 persen atau sekitar Rp3.959 per kilogram.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026