Logo Header Antaranews Sumsel

Polres Muba masih amankan TKP sumur migas

Rabu, 4 Desember 2013 17:27 WIB
Image Print
Bupati Muba H Pahri Azhari meninjau TKP sumur migas di Desa Keban I yang meledak pada Jumat (29/11) dan apinya masih berkobar. (Foto Antarasumsel.com/13/Humas Muba)
...Sekarang ini belasan personel masih disiagakan di TKP sumur migas ilegal di Desa Keban I yang meledak pada 29 November 2013 lalu, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan...

Palembang (ANTARA Sumsel) - Kepolisian Resor Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, masih menyiagakan personelnya i tempat kejadian perkara meledaknya sumur minyak dan gas di Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, karena hingga kini kobaran api di sumur migas itu belum padam.

"Sekarang ini belasan personel masih disiagakan di TKP sumur migas ilegal di Desa Keban I yang meledak pada 29 November 2013 lalu, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kapolres Muba AKBP Iskandar Sutisna saat dihubungi Antara melalui telepon selulernya, Rabu.

Selain mengamankan TKP tersebut, anggota terus berupaya melakukan penyelidikan kasus ledakan sembilan sumur minyak dan gas yang dikelola tanpa izin oleh masyarakat setempat.

Petugas yang melakukan penyelidikan bersama anggota Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel sekarang ini terus berupaya mengumpulkan barang bukti di TKP dan menghimpun data dari sejumlah saksi, katanya.

Ldakan dahsyat dari sembilan sumur minyak dan gas (migas) ilegal di lahan warga Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba, hingga kini masih menyemburkan kobaran api, karena kondisi medannya sangat sulit dan menurut pihak Dinas Pertambangan dan Energi Muba penanganan kobaran api itu memerlukan peralatan khusus karena tidak bisa disemprot dengan air biasa.

Untuk mengatasi kobaran api yang hingga kini masih menyembur dari sumur migas yang meledak di Desa Keban I itu, sekarang ini sedang diupayakan oleh petugas penaggulangan bahaya kebakaran Pemkab Muba, dan petugas dari PT.Conoco Philips, ujarnya.

Sebelumnya Bupati Muba Pahri Azhari mengatakan telah melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik Pertamina, SKK Migas, Medco, Conoco Philips, serta Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), sehingga diharapkan dalam waktu dekat kobaran api dapat segera dipadamkan.

"Kita terus berupaya seoptimal mungkin untuk menyelesaikan masalah ini, sehingga kobaran api tidak meluas dan tidak menimbulkan korban atau kerugian masyarakat yang lebih besar," katanya.



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026