Logo Header Antaranews Sumsel

250 Bendera Partai NasDem OKU dicuri

Selasa, 19 November 2013 20:00 WIB
Image Print
Partai Nasional Demokrat (Nasdem) (Antarasumsel.com/Grafis/Awi)

Baturaja (ANTARA Sumsel) - Ketua Badan Hukum DPD Partai NasDem Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Sapriadi melaporkan pengrusakan dan pencurian sekitar 250 unit bendera partai ke Panwaslu setempat.

Sapriadi mendatangi kantor Panwaslu Ogan Komering Ulu (OKU) di Baturaja, Selasa sekitar pukul 12.00 WIB diterima oleh Bagian Hukum Panwaslu, Ahmad Kabul dan langsung dibuatkan berita acara penerimaan laporan instansi terkait.

Menurut Sapriadi, pengerusakan tersebut terjadi saat kedatangan Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Selatan Syahrial Oesman beserta rombongan Caleg DPR RI di rumah makan (RM) Sederhana Batu Kuning, Senin (18/11) sekitar pukul 14.00 WIB.

Diperkirakan aksi pengrusakan bendera partai NasDem OKU dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB.

Dijelaskan Sapriadi, tim NasDem mendapatkan lokasi pemasangan bendera partai itu di seputar jembatan Ogan 1, jembatan samping Ramayana dan di Jembatan Ogan 2 yang sudah rusak dan hilang.

Menurut seorang warga sekitar lokasi Ramayana, Rohimin, memang dia melihat pelaku yang menggunakan kendaraan bermotor mengambil dan merusak bendera NasDem tersebut.

"Awalnya kita tidak curiga dua orang mencabut bendera partai itu untuk diambil, tetapi setelah dilihat ternyata mereka merusak bendera," katanya.

Selanjutnya, Sapriadi yang telah menerima surat dari Panwaslu OKU bahwa laporan pihaknya sudah diterima dan selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Polres OKU.

Kasat Intel Polres OKU, AKP Hamdanil Azmi menanggapi laporan tersebut mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti pengaduan itu karena Polres mempunyai Tim khusus menangani masalah tersebut.

"Polres OKU mempunyai Tim khusus akan memproses pengaduan partai tersebut setelah mendapat limpahan pengaduan itu dari Panwaslu. Maka pelaku pengrusakan akan kita kejar bila berkas pengaduannya lengkap," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem OKU, Muslimin mengatakan pihaknya melaporkan kejadian itu agar pelaku segera ditangkap.

Menurutnya, pengrusakan bendera dilakukan oleh oknum yang pengecut karena takut bersaing secara jantan dalam pemilu 2014.

Hal ini kuat dugaan pelaku ada motif suruhan orang tertentu karena mustahil kalau masyarakat umum melakukan pengrusakan dan pencurian, sebab soal bendera sudah barang tentu tidak ada manfaat untuk dijual.

Muslim menegaskan, laporan itu dilakukan agar pihaknya turut menjaga suasana kondusif menjelang pemilu 2014, karena bisa saja terjadi gesekan antara parpol ke depannya masing_masing kader partai merasa emosi hingga berbuat anarkis.

"Misalkan ada partai tertentu yang melakukan kegiatan dan benderanya dirusak serta dicuri, bisa saja nanti mereka curiga dengan kader NasDem karena dianggap bahwa kita pernah dirusak benderanya, padahal hal itu dilakukan oleh oknum sengaja membuat suasana rusuh," katanya. (E Permana)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026