Logo Header Antaranews Sumsel

Atlet PPLP dan PPLM Sumsel jalani tes fisik

Selasa, 12 November 2013 18:18 WIB
Image Print
Atlet jalani tes fisik berupa push up. (Foto Antarasumsel.com/13/Doly Rosana/Aw)
"Beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa masih membina cabang olahraga beregu seperti sepak bola, tapi khusus Sumsel sudah tidak lagi setelah tahun 2004," kata Staf Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora Aziz.

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 44 orang atlet Pusat Pendidikan Latihan Pelajar dan Pusat Pendidikan Latihan Mahasiswa Provinsi Sumatera Selatan menjalani tes fisik untuk mengevaluasi hasil latihan dalam beberapa bulan terakhir di Stadion Pemanasan Atletik Jakabaring, Palembang, Selasa pagi.

"Tes fisik ini dimaksudkan untuk memantau sejauh mana perkembangan atlet PPLP dan PPLM setelah menjalani program latihan kurang lebih enam bulan," kata Pelaksana Teknis Program PPLP dan PPLM Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan Iyakrus.

Ia mengemukan puluhan atlet itu dari beberapa cabang olahraga pilihan yang ditetapkan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, yakni karate, anggar, loncat indah, bulu tangkis, pencak silat, atletik.

"Atlet PPLP tercatat berjumlah 28 orang, sementara untuk PPLM terdiri atas 16 orang yakni dari cabang olahraga karate 10 orang dan anggar 6 orang," ujarnya.

Kemudian, ia menambahkan, hasil dari tes fisik para atlet itu akan dipersentasekan staf ahli Kemenpora dan Dispora Sumsel kepada para pelatih sebagai bahan evaluasi.

Sementara, Staf Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora Aziz mengatakan tes fisik itu akan dilakukan secara berkesimbungan dalam periode tertentu untuk memantau kemajuan atlet.

"Materi tes setiap cabang olahraga berbeda-beda disesuaikan dengan kekhasan yang dimiliki, namun terdapat tes balke yang diikuti oleh seluruh atlet," katanya.

Seusai mengelar tes di Palembang, pihaknya akan melanjutkan ke Jambi dan Bangka Belitung.

Ia menambahkan, Sumatera Selatan memiliki kekhususan tersendiri untuk pelaksanaan program PPLP dan PPLM karena lebih difokuskan pada cabang olahraga perorangan karena dinilai lebih berpotensi dibandingkan beregu.

"Beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa masih membina cabang olahraga beregu seperti sepak bola, tapi khusus Sumsel sudah tidak lagi setelah tahun 2004," ujarnya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026