
Pol PP razia gelandangan dan pengemis

...Mereka yang terjaring razia langsung dibawa ke kantor Dinsosnaker Kota Jambi untuk dilakukan pendataan dan pembinaan...
Jambi (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 13 orang gelandangan dan pengemis terjaring razia yang dilakukan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja serta Satpol PP Kota Jambi.
"Mereka yang terjaring razia langsung dibawa ke kantor Dinsosnaker Kota Jambi untuk dilakukan pendataan dan pembinaan," kata Kepala Dinas Sosnaker Kota Jambi Kaspul di Jambi, Rabu.
Razia itu digelar tim gabungan dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) serta Satpol PP Kota Jambi.
Mereka yang terjaring razia ini akan didata dahulu dan gepeng yang berasal dari luar daerah akan dikirimkan kembali ke daerahnya dengan dana dari Sosnaker.
Razia yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota Jambi.
Ia mengatakan, selama Ramadhan ini razia akan dilakukan secara intensif pada waktu pagi dan sore hari.
"Karena saat Ramadhan ini jumlah gepeng diperkirakan meningkat, makanya kita bekerjasama dengan Satpol PP untuk melakukan razia," kata
Kaspul.
Selama bulan Ramadhan jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Jambi mengalami peningkatan sebesar 10 persen.
Gepeng yang ada yang berasal dari luar Kota Jambi dan sejauh ini pihaknya masih terkendala dalam melakukan penanganan terhadap gepeng yang ada di Kota Jambi.
Sejauh pihaknya hanya bisa sebatas melakukan pembinaan dan memberikan bimbingan konseling.
Kaspul mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Jambi untuk tidak memberikan sumbangan secara sembarangan di jalan-jalan.
Pada kegiatan razia itu beberapa orang gelandangan dan pengemis yang tengah beristirahat di bawah Jembatan Sungai Maram, Pasar Jambi, berhamburan menyelamatkan diri saat didatangi petugas gabungan dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) serta Satpol PP Kota Jambi.
Dengan kesigapan petugas para gepeng yang berusaha melarikan diri tersebut berhasil diamankan.
Pewarta: Oleh: Nanang Mairiadi
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
