Logo Header Antaranews Sumsel

BKKBN Sumsel Peringati Hari Keluarga ke-20

Selasa, 9 Juli 2013 16:06 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Eddy Yusuf memukul gong menandai peringatan Hari Keluarga ke-20 tingkat provinsi dan Pencanangan Bakti Sosial TNI-KB-Kes Tahun 2013 di Lubuk Linggau, Sabtu (6/7). (Foto Antarasumsel.com/13/Ist)
....Jangan sampai penerus bangsa ini terlibat seks bebas, narkoba, dan terkena penyakit berbahaya HIV AIDS....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Selatan memperingati Hari Keluarga ke-20 dengan ditandai kegiatan bakti sosial bersama Dinas Kesehatan dan TNI di Kota Lubuk Linggau, Sabtu (6/7).

Perhelatan tersebut dibuka Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Eddy Yusuf dan dihadiri Pejabat Sementara Deputi Bidang Adpin BKKBN Pusat Yunus Patriawan Noya, Kasdam II/Sriwijaya Brigjend TNI Syahiding,
Danrem 044/Gapo Kol Inf Rochadi, Asisten Teritorial DAM II/Sriwijaya Letkol Czi I Nyoman Parwata, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Sri Rahayu, Wali Kota Lubuk Linggau H SN Prana Putra Sohe, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Peringatan Hari Keluarga ini untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Sementara, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) telah berlangsung di Kendari pada 27 Juni lalu yang turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Sri Rahayu.

Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf dalam sambutannya mengajak masyarakat membentuk serta membina keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera yang memiliki ketahanan dan keharmonisan.

"Jangan sampai penerus bangsa ini terlibat seks bebas, narkoba, dan terkena penyakit berbahaya HIV AIDS. Komunikasi dan interaksi yang harmonis dalam keluarga dipercaya mencegah anggotanya dari pengaruh negatif dari luar," ujarnya.

Ia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Sumsel melalui BKKBN membina generasi muda agar merencanakan masa depan untuk meraih kehidupan yang lebih baik dengan mempopulerkan istilah generasi berencana (GenRE).

"Melalui GenRe ini, pemerintah menyosialisasikan tentang program Kependudukan dan KB kepada masyarakat luas, serta menyuarakan dua anak cukup," katanya.

Sementara, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syahiding mengatakan pihaknya bersatu padu dengan permerintah dalam upaya mengoptimalisasikan percepatan pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) dalam menggapai target Millennium Development Goals (MDG's) tahun 2015.

"Kegiatan peringatan hari keluarga dan bakti sosial ini terlaksana berkat kerja sama dari semua pihak, sebagai tindak lanjut dari pertemuan di Ternate, Maluku Utara, beberapa waktu lalu," ujarnya.

Peringatan Hari Keluarga XX dan "Pencanangan Bakti Sosial TNI-KB-Kes Tahun 2013" tersebut, juga memberikan pelayanan KB, kesehatan gratis dan gelar dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejaktera (UPPKS) dari 15 kabupaten kota.

Sementara, Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Sri Rahayu mengatakan kemajuan Sumsel menuntut kesejahteraan masyarakat dan dalam lingkup kecil yakni keluarga.

Keluarga kecil akan mengantarkan anggotanya mencapai kebahagian dan kehidupan yang sejahtera. KB punya peran besar dalam mengantarkan keluarga kecil bahagia sejahtera tersebut.

"Semuanya harus mempunyai rencana, mulai dari berkeluarga. Jika setiap anggota masyarakat memiliki rencana dua anak sudah cukup maka keluarga kecil bahagia dan sejahtera akan lebih mudah tercapai," katanya.

Ia menambahkan, sementara ini pihaknya gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih diatas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak yang dilahirkan) berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012.

"BKKBN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera," ujarnya.

Ia menambahkan, permasalahan kependudukan dan KB ini menjadi tanggung jawab bersama dan tidak bisa disepelekan karena jika target kepesertaan KB meleset, maka dampaknya akan sangat terasa pada satu dekade kemudian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026