
Lampung prioritaskan program peningkatan nilai tambah pertanian

...Sektor pertanian maupun agribisnis akan terus dikembangkan di Lampung, dan itu sesuai dengan tema Lampung Fair 2013, 'Lampung Go Green Culture' yaitu pembangunan Provinsi Lampung yang ramah lingkungan...
Bandarlampung (ANTARA Sumsel) - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menegaskan prioritas daerahnya untuk menjalankan program peningkatan nilai tambah sektor pertanian guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah maupun secara nasional.
"Sektor pertanian maupun agribisnis akan terus dikembangkan di Lampung, dan itu sesuai dengan tema Lampung Fair 2013, 'Lampung Go Green Culture' yaitu pembangunan Provinsi Lampung yang ramah lingkungan dengan mayoritas penduduk petani," kata Sjachroedin, saat membuka Lampung Fair 2013, di Bandarlampung, Jumat (7/6) malam.
Dia mengatakan, dengan pembangunan berbudaya hijau dan diikuti oleh mayoritas penduduk yang berpenghasilan utama dari sektor pertanian diharapkan dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.
"Kami akan mengupayakan program peningkatan nilai tambah dari sektor pertanian maupun agribisnis," katanya.
Menurut Gubernur, letak geografis Provinsi Lampung sangat strategis, sehingga potensi pertanian dan agribisnis akan tetap menjadi prioritas dengan didukung pengembangan sektor industri dan jasa yang ramah lingkungan.
"Semua itu akan tercipta melalui kemitraan yang sinergi dan saling menguntungkan antara petani, masyarakat, dan pengusaha dalam rangka membangun perekonomian yang tangguh dan berdaya saing," kata dia lagi.
Sjachroedin menegaskan bahwa Pemprov Lampung telah membangun terminal agribisnis yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan, untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi pertanian daerah ini.
Gubernur Lampung itu juga berharap kepada masyarakat daerahnya untuk ikut aktif mengisi pembangunan sesuai profesi dan keahlian masing-masing, sehingga harapan untuk mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera akan menjadi kenyataan.
Lampung Fair 2013 diisi banyak kegiatan, yakni bisnis expo, pagelaran seni budaya, ajang kreativitas, atraksi, show Rekor MURI, dan pesta rakyat.
Kegiatan yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni "one night" untuk mempromosikan potensi 15 kabupaten dan kota di Lampung.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan pameran bertema Lampung Go Green Culture itu diikuti sekitar 226 stan yang terdiri atas beberapa klaster baik pemerintah kabupaten dan kota maupun perusahaan swasta, BUMN, UMKM dan TNI-Polri.
Lampung Fair berlangsung selama 20 hari, tanggal 7 - 27 Juni 2013 yang dapat dimanfaatkan untuk ajang bisnis maupun mengenalkan potensi daerah.
Kegiatan tahunan dengan tema "Lampung Go Green Culture" ini, juga akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam pengumpulan bibit pohon hasil inisiatif pengunjung.
Project Manager Lampung Fair 2013 Rizki Fachriansyah mengatakan, pihaknya akan memberikan kesempatan luas kepada masyarakat untuk menunjukkan kepedulian pada kelestarian lingkungan hidup.
"Pengunjung dapat memberikan bibit kepada panitia, dan sebagai kompensasi akan mendapatkan tiket gratis masuk ke arena Lampung Fair," ujar dia.
Pengumpulan bibit pohon yang dilakukan atas inisiatif masyarakat pada Lampung Fair ini direncanakan dapat memecahkan rekor MURI, kata dia lagi.
Pewarta: Oleh: Budisantoso Budiman
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
