
Dua atlet polo air Sumsel dapat beasiswa

Palembang (ANTARA Sumsel) - Dua atlet polo air Sumatera Selatan Muhammad Nurdiansyah dan Kemas Afryadi mendapatkan beasiswa dari Universitas Bina Darma sebagai apresiasi terhadap prestasi mereka pada PON Riau 2012 dan beberapa kejuaraan internasional.
"Dua atlet polo air ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga Universitas Bina Darma. Karena, pada PON lalu berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih medali perak maka keduanya mendapatkan beasiswa," kata anggota Bidang Hubungan Masyarakat KONI Sumsel Darmansah di Palembang, Rabu.
Ia mengemukakan, perguruan itu sejak lama memberikan beasiswa kepada atlet dan pelatih Sumsel yang berprestasi berupa pengratisan biaya kuliah per semester.
Pada tahun ini, terjadi penambahan kuota dengan tujuan para olahraga di Sumsel lebih berminat berkuliah di perguruan tinggi tersebut.
"Beasiswa ini bertujuan mendorong atlet Sumsel berprestasi tapi tetap tidak mengesampingkan pendidikan," ujarnya.
Nurdiansyah merupakan atlet berprestasi yang telah menorehkan medali perak PON 2012 Riau, medali perak SEAFF 2011 Singapura, medali perunggu Pra PON 2011, peringkat 5 Asia Swimming Federation 2011, peringkat 5 Hongkong Open 2011, Peringkat 5 Hongkong Open 2010, medali perunggu Liga Polo Air 2009 Jambi, medali perak Liga Polo Air 2009 Palembang, medali perak Kejurnas Pemula 2008, dan medali perunggu Kejurnas Junior 2007.
Sementara, Kemas Arfyadi telah torehkan medali perak PON 2012 Riau, medali perunggu Pra PON 2011, medali perunggu Liga Polo Air 2009, medali perak Betawi Cup Open 2007, Pelatnas Sea Games 2007, medali perak Kejurnas Junior 2007, peringkat 5 Asia Swimming Federation 2007, medali perunggu Liga Polo Air 2006, dan peringkat 5 Asia Swimming Federation 2005.
Sekretaris Umum KONI Sumsel Maryamah menambahkan atlet Sumsel tidak hanya berkesempatan meraih beasiswa dari perguruan tinggi dalam negeri tapi juga dari universitas di Amerika Serikat.
"Amerika Serikat telah menawarkan bantuan biaya pendidikan berupa bea siswa pada perguruan tinggi kepada atlet Sumsel saat perwakilan duta besarnya berkunjung ke Palembang beberapa waktu lalu. KONI pun segera menindaklanjutinya dengan mengandeng Universitas Sriwijaya," katanya.
Ia mengemukakan, peluang itu terbuka bagi atlet Sumsel yang memiliki prestasi tingkat internasional dan mahir berbahasa Inggris.
"Pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga dipersilakan untuk mengajukan, kemudian akan ada tim khusus yang akan menyeleksi. Tentunya keputusan terakhir berada pada universitas yang dituju," katanya.
Pewarta: Pewarta: Dolly Rosana
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
