
Ribuan buruh Sumsel aksi tolak outsourcing

Palembang (ANTARA Sumsel) - Ribuan buruh Sumatera Selatan aksi memperingati mayday dengan memperjuangkan penolakan sistem pemindahan operasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain atau outsourcing dan melawan kebijakan politik upah murah serta laksanakan UUD 1945 Pasal 33.
Koordinator Aksi Buruh Rakyat Sumsel Bersatu, Suyono, di Palembang, Rabu mengatakan aksi mayday itu diikuti ribuan buruh dan rakyat yang bekerja dari berbagai sektor.
"Kami berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan memperjuangkan tuntutan untuk kesejahteraan," katanya.
Aksi itu diikuti oleh ribuan buruh dari sektor perkebunan, migas dan jurnalis serta massa dari kaum miskin Kota Palembang juga mahasiswa.
Aksi diawali dengan berkumpul di Sejumlah organisasi yang bergabung dalam aksi mayday, Rabu, seperti Kasbi, PRD dan AJI Palembang, katanya.
Menurut dia, persiapan aksi mereka lakukan dengan membuat pernyataan sikap bersama, poster dan spanduk.
Aksi dimulai dengan berkumpul di Museum Sultan Mahmud Badaruddin pukul 09.00 WIB dilanjutkan dengan berjalan kaki ke Kantor Gubernur Sumatera Selatan.
Ia mengatakan, tuntutan menolak outsoucing, lawan politik upah murah dan perjuangkan kesejahteraan jurnalis.
Serta perjelas hubungan kerja koresponden dan kontributor media dan laksanakan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 akan terus mereka perjuangkan.
Sementara Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, Darwin Syarkowi menambahkan, sampai saat ini mayoritas jurnalis di Sumatera Selatan dan umumnya Indonesia belum sejahtera.
AJI secara nasional terus berjuang untuk kesejahteraan jurnalis Indonesia salah satu langkahnya dengan memperjelas hubungan kerja kontributor atau koresponden media.
Pewarta: Oleh: Nila Ertina
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
