Logo Header Antaranews Sumsel

Daya beli petani Sumsel makin membaik

Rabu, 3 April 2013 15:50 WIB
Image Print
H Baehdi Ruswana (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Badan Pusat Statistik mencatat daya beli petani Sumatera Selatan pada Maret 2013 semakin membaik, dengan indikasi nilai tukar petani (NTP) mencapai 110,27 persen pada bulan Maret 2013.

"NTP tersebut menunjukkan daya beli petani setempat pada umumnya semakin membaik dibandingkan tahun dasar 2007," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan H Baehdi Ruswana, di Palembang, Selasa.

Ia mengatakan, interpretasi NTP tersebut lebih besar dari 100, berarti petani mengalami peningkatan daya beli karena kenaikan harga produksi lebih besar dari harga input produksi dan konsumsi rumahtangga.

NTP yang dipantau setiap bulan menunjukkan angka yang cukup berfluktuasi. Penurunan NTP pada umumnya terjadi ketika panen raya, namun naik kembali pada waktu sesudahnya.

Sementara, kata dia, penomena lain dari penurunan NTP juga tergambar manakala pemerintah mengeluarkan kebijakan, seperti menaikkan harga bahan bakar minyak yang berdampak terhadap naiknya berbagai barang kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, tanpa terkecuali petanipun ikut merasakan dampak kebijakan pemerintah tersebut. Sementara kenaikan NTP pada umumnya disebabkan karena harga komoditas hasil tanaman bahan makanan maupun hasil tanaman perkebunan rakyat naik.

Meskipun demikian, fluktuasi harga komoditas konsumsi rumahtangga dan biaya produksi serta penambahan barang modal juga mempengaruhi tinggi rendahnya NTP, katanya.

Selanjutnya, NTP petani padi dan palawija merupakan indikator untuk menunjukkan kemampuan daya beli petani padi dan palawija.

Perkembangan NTP padi dan palawija cukup berfluktuasi, namun kemampuan nilai tukarnya masih lebih baik dibandingkan tahun dasar 2007.

Hal ini ditunjukkan dengan besaran nilai tukar petani padi dan palawija di atas 100.

Nilai tukar petani padi dan palawija pada Maret 2013 sebesar 124,64 persen, yakni berasal dari perbandingan antara indek harga diterma petani padi dan palawija terhadap indek harga dibayar petani tersebut untuk konsumsi rumahtangga dan biaya produksinya.

Namun, kata dia, bila dibandingkan dengan bulan Februari 2013, NTP padi dan palawija Maret 2013 mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.

Serta nilai tukar petani hortikultura pada Maret 2013 sebesar 111,95 persen, namun bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0,47 persen.

Ia menambahkan, penurunan NTP hortikulltura bulan Maret 2013 itu karena indek harga diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,12 persen.

Sementara, indek yang dibayar mengalami kenaikan sebesar 0,35 persen. Komoditas hortikultura meliputi sayur-sayuran, dan buah-buahan, dimana pada Maret 2013 indek harga komoditas sayur-sayuran mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen dan buah-buahan terjadi penurunan sebesar 0,37 persen.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026