
ICRC-PMI menangani 121 pengungsi Rohingya

...Kondisi kesehatan para pengungsi saat ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan ketika mereka baru terdampar di Aceh...
Banda Aceh (Antara Sumsel) - Komite Internasional Palang Merah (ICRC) yang didukung PMI menangani 121 pengungsi Rohingya, Myanmar yang berada di lokasi karantina Peunteut, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, dengan membantu makanan dan pakaian.
Ketua PMI Aceh Utara Ismet Aji saat dihubungi di Lhokseumawe, Sabtu, menyatakan ICRC kini membantu memenuhi kebutuhan hidup seratusan lebih suku Rohingya yang terdampar di Aceh sampai mereka dipulangkan.
"Bantuan tersebut berupa selimut, pakaian, dan bahan makanan dengan mendirikan dapur umum di lokasi karantina yang merupakan bekas gedung Imigrasi Puenteut, Lhokseumawe," katanya.
Selain dapur umum, di lokasi karantina juga disediakan klinik kesehatan yang didukung tim medis dari pelabuhan.
Ia menyatakan kondisi kesehatan para pengungsi saat ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan ketika mereka baru terdampar di Aceh.
Sebanyak 121 warga Rohingya terdampar di perairan Provinsi Aceh. Mereka ditemukan nelayan sedang terkatung-katung dengan sebuah perahu motor pada Selasa (26/2) pukul 22.00 WIB.
Para manusia perahu itu kondisinya sangat memprihatinkan dan lemah. Oleh nelayan asal Kecamatan Muara Batu, mereka ditarik ke Desa Cot Trung dan diberi pertolongan dengan memberikan bantuan makanan dan pakaian.
Dalam rombongan Muslim Rohingya yang melarikan diri dari negaranya tersebut, umumnya didominasi usia remaja dengan sebagian kecil anak-anak dan kaum wanita serta usia paruh baya.
Secara terpisah, salah satu pengungsi Samsul Alam menyatakan mereka terdampar di laut selama satu bulan dua hari. Selama terapung-apung di laut, bekal makanan yang dimiliki sangat menipis dan tidak mencukupi.
Bahkan, untuk makan harus diselingi secara dua hari sekali agar dapat bertahan hidup.
Disebutkan, awalnya rombongan mereka sebanyak 133 orang, namun ada yang meninggal dunia 12 orang, karena kelaparan.
Yang meninggal dunia banyak dari anak-anak. Jasad yang telah meninggal diceburkan ke laut.
Sebelum meninggalkan negaranya, mereka menuju Thailand dan melanjutkan perjalanan lagi menuju laut lepas hingga terdampar di perairan Aceh. (H011)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
