
Seminar: Kanker dini lebih mudah diobati

Batam (ANTARA Sumsel) - Penyakit kanker bila terdeteksi secara dini dapat memudahkan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan serta mengurangi biaya penanganannya, demikian mengemuka dalam seminar sehari dengan narasumber kalangan dokter ahli di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (9/12).
Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam rilisnya, Senin, mengemukakan para ahli mengatakan jika kanker ditemukan pada stadium dini, belum menyebar, biasanya dapat diobati dan hasilnya optimal, serta biayanya pun tidak terlalu mahal.
Seminar itu diselenggarakan Rumah Sakit Otorita Batam-Badan Pengusahaan (RSOB-BP) Batam, menampilkan beberapa pembicara ahli yaitu dr Adriyant SpOG dengan topik Kanker Serviks, dr Meidy Daniel Posumah SpA dengan topik Screening Tiroid pada Anak, dr Wahyu SpPD dengan topik Screening Tiroid pada Dewasa, dr Oke Viska SpP tentang Kanker Paru, dr Josua SpB dengan materi Kanker Payudara, dr A Mubin Hutasuhut SpU dengan topik Kanker Prostat, dan dr Aditomo Widarso SpB dengan topik Kanker Usus Besar.
Risiko terjadinya penyakit itu antara lain berkaitan dengan faktor keturunan seperti kanker payudara, kanker kulit, dan kanker usus besar; faktor lingkungan seperti asap rokok; faktor makanan yang mengandung bahan kimia, serta faktor infeksi virus dan radikal bebas.
Direktur RSOB-BP Batam, dr Indra Yanti SpA, memaparkan bahwa umumnya kanker terdeteksi saat sudah sangat tinggi stadiumnya.
Padahal, katanya, jika semakin cepat suatu penyakit ganas dapat terdeteksi, maka diharapkan hasilnya akan lebih baik.
Tujuan pendeteksian secara dini untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan jumlah kematian akibat penyakit tersebut.
Namun demikian, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan secara dini penyakit kanker saat ini terbilang masih rendah, meski jika terdeteksi lebih dini, upaya penyembuhan akan lebih mudah.
Dr Ahmad Mubin, SpU yang juga sebagai ketua panitia penyelenggara seminar, mengatakan, penyebab kanker tidak dapat diketahui secara pasti, karena dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor genetika (keturunan) dan lingkungan.
Berdasarkan data, katanya, kanker berperingkat paling atas di Indonesia adalah kanker ginekologi, diikuti dengan kanker serviks yang menyerang wanita, kanker payudara, kanker kulit, kanker nasofaring, kanker limfoma, kanker kolon dan rektum, kanker paru, kanker ovarium, kanker tiroid, dan kanker rongga mulut.
Sedangkan di negara-negara maju, yang paling sering terjadi adalah kanker payudara, kanker kolorektal, kanker paru, kanker kulit, dan kanker serviks.
(A013/E001)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
