Logo Header Antaranews Sumsel

Ahli sebut kanker kolorektal bisa dicegah melalui pola hidup sehat

Sabtu, 30 Mei 2026 21:43 WIB
Image Print
Kepala Human Cancer Research Centre (HCRC) Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Prof. Murdani Abdullah, MD, PhD, FACG,FASGE (paling kiri), Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) Prof. Ari Fahrial Syam, MD, MMB, PhD, FACP, FACG (kedua dari kiri), Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi (kedua dari kanan) dalam konferensi pers "The 3rd Gastrointestinal Summit" yang digelar di Jakarta, Sabtu (30/5/2026). ANTARA/ Sinta Ambar

Jakarta (ANTARA) - Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) Prof. Ari Fahrial Syam, MD, MMB, PhD, FACP, FACG mengatakan bahwa kanker kolorektal dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat hingga mengonsumsi secara rutin sayur dan buah.

"Jadi ini penyakit yang bisa dicegah. Caranya (menerapkan) gaya hidup yang sehat. Ya kan kurangi makan daging-daging, banyak makan sayur, banyak minum, bergerak," kata Prof. Ari dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.

Selain itu, ia juga menyarankan masyarakat untuk bisa mengelola stres, mencegah dan menangani obesitas serta tidak merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Ia juga menekankan pentingnya skrining atau langkah pemeriksaan awal kanker kolorektal, pasalnya temuan gejala awal kasus kanker ini bisa diatasi dengan melakukan pengobatan serta tindakan yang tepat.

Hal tersebut berkaca pada keberhasilan Taiwan yang mampu menekan angka kematian karena kanker sebesar 30 persen serta ditemukan individu dengan stadium lanjut sebesar kurang lebih 30 persen.

"Jadi artinya apa bahwa memang secara kualitas hidup masyarakat Taiwan meningkat dengan jumlah kasus advance yang ditemukan lebih cepat," jelasnya.

Adapun pasien gejala kanker kolorektal dengan stadium lanjut meliputi buang air besar berdarah, berat badan turun hingga diare kronik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Human Cancer Research Centre (HCRC) Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Prof. Murdani Abdullah, MD, PhD, FACG,FASGE mengatakan bahwa skrining kanker kolorektal dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan tidak skrining.

Hal ini tak hanya berkaitan dengan biaya pengobatan akibat kanker kolorektal namun juga mampu menurunkan produktivitas seseorang hingga menekan jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker ini.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi juga mengatakan bahwa skrining awal kanker bisa mempermudah dari sisi pengobatan terutama bagi individu yang diketahui menderita kanker tahap awal.

"Kalau sedini mungkin kita tahu pengobatannya tidak berat. Dia cuma mungkin perlu operasi aja. Nggak perlu kemo, tidak perlu radiasi. Kemudian supporting obat-obatnya juga berkurang," katanya.

Nadia mengatakan bahwa skrining kanker kolorektal dapat dilakukan masyarakat melalui program pemerintah yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dia kembali menyerukan masyarakat Indonesia untuk dapat memperbanyak konsumsi sayur dan buah lokal untuk memenuhi kebutuhan serat harian guna mencegah kanker ini.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ahli sebut kanker kolorektal bisa dicegah melalui pola hidup sehat



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026