
Beras organik diminati konsumen

....Kalau di daerah Jawa produk padi organiknya sudah bisa di ekspor keluar negeri, tapi disini masih sebatas untuk konsumen lokal saja masih kurang....
Musi Rawas (ANTARA Sumsel) - Beras organik hasil dari kelompok tani di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan saat ini mulai diminati konsumen.
"Kendati harga beras organik lebih mahal dari yang dihasilkan pola pertanian konvensional, namun saat ini konsumennya mulai banyak, mengingat petani tidak menggunakan pupuk maupun obat-obatan kimia sehingga setiap kali panen berasnya langsung habis terjual," kata Kepala Bidang Produksi pada Dinas Pertanian dan Holtikultura Musi Rawas, Tohirin, Sabtu.
Produksi beras organik di daerah tersebut, kata dia, saat ini baru mencapai 161 ton per tahun yang dihasilkan oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani Handayani Desa SP-V Harapan Makmur, Kecamatan Muara Lakitan. Kelompok ini telah mengembangkan pola pertanian organik sejak 2007 lalu diatas lahan seluas 46 hektare.
Kelompok Tani Handayani daerah itu, tambah dia, tercatat sebagai kelompok tani di Provinsi Sumsel yang berhasil mengembangkan pola pertanian padi organik 100 persen dengan produksi beras rata-rata perhektare mencapai 3,5 ton.
Pertanian organik yang dikembangkan warga setempat sepenuhnya memanfaatkan sumberdaya lokal baik berupa kotoran ternak, aneka tanaman untuk pengusir hama oleh tenaga pengolah terampil dari desa setempat, dengan varietas padi yang dikembangkan ialah varietas ceugelis.
Beras organik yang dihasilkan kelompok tani Handayani saat ini mulai dijual dalam kemasan yang dinamakan beras organik Musi Rawas Darusallam, dengan harga perkillogramnya Rp10.000. Setiap kali selesai panen beras itu langsung habis terjual, karena umumnya padi yang ditanam sudah dipesan oleh calon pembeli terutama dari karyawan perusahaan pertambangan migas beroperasi di daerah itu.
"Kalau di daerah Jawa produk padi organiknya sudah bisa di ekspor keluar negeri, tapi disini masih sebatas untuk konsumen lokal saja masih kurang, hal ini menandakan beras organik mulai diminati masyarakat kendati harganya lebih mahal dari beras nonorganik. Selain rasanya enak dan pulen juga aman dari residu bahan kimia berbahaya," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya pada 2013 merencanakan pengembangan pertanian organik di daerah lainnya yakni di Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu, dengan luasan areal yang di siapkan mencapai 50 hektare.
Diharapkan program pertanian organik tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga pola pertanian organik itu nantinya dapat menjadi solusi pertanian yang ramah lingkungan, dan berbiaya murah di tengah-tengah keterbatasan pembiayaan petani sehingga nantinya dapat berkembang dan memiliki pangsa pasar tetap.(T.KR-NMD/ANT)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
