Pemkab OKU Timur bidik agen beras organik

id sawah,beras organik,beras,makanan sehat,bupati okut,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari

Bupati Ogan Komering Ulu Timur HM Kholid MD menunjukkan produk beras organik produksi petani kabupatennya di ruang kerjanya, Martapura, Rabu (20/2). (Antara News Sumsel/Dolly Rosana/19)

Martapura (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, membidik agen beras organik karena masih kesulitan memasarkan produk tersebut ke luar daerah karena sedikitnya minat kalangan perorangan maupun perusahaan untuk merambah bisnis ini.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD di Martapura, Rabu, mengatakan, pemerintah saat ini gencar mempromosikan beras organik ini agar banyak pihak tertarik menjadi agen mengingat petani yang tergabung dalam kelompok tani sudah berproduksi dengan baik.

“Berapa pun maunya agen kami siap, karena di OKU Timur sudah ada persawahaan yang memang khusus menghasilkan beras organik ini,” kata Kholid.

Kabupaten OKU Timur yang menjadi sentra produksi beras di Sumatera Selatan bersama Banyuasin dan Musi Rawas ini telah mengembangkan persawahan organik sejak dua tahun terakhir.

Tak tanggung-tanggung, produk keluaran OKU Timur ini sudah memiliki lisensi internasional dari lembaga yang sudah diakui organisasi pangan dan pertanian PBB (FAO) sehingga beras organik ini dipastikan tidak terkontaminasi zat-zat kimia.

Untuk mendapatkan sertifikasi organik ini, menurut Kholid tidaklah mudah karena persawahan harus steril dari penggunaan zat kimia kurang lebih selama tiga tahun sebelum digunakan, begitu pula sumber airnya.

Beras organik yang dihasilkan terdiri dari tiga varian, beras berwarna putih, beras berwarna merah dan beras berwarna hitam.

Ketiga jenis beras organik ini memiliki keunggulan masing-masing, yakni beras berwarna putih sangat tinggi kandungan karbohidranya, beras berwarna merah memiliki kandungan serat lebih tinggi dibandingkan gula jika dibandingkan beras putih. Kemudian beras hitam, yang sangat baik untuk penderita diabetes.

Ketiga jenis beras ini sejatinya kini menjadi buruan kalangan pencinta makanan sehat, terutama dari negara-negara maju. Di dalam negeri sendiri juga menunjukkan peningkatan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan sehingga pasar pun berada di perkotaan.

Sejauh ini, beras organik produksi Gabungan Kelompok Tani ini sudah dipasarkan di pasar-pasar modern Palembang seperti di Carrefour. Sementara, untuk sebaran di luar Palembang yakni melalui agen perorangan maupun melalui pameran-pameran produk pangan.

Beras organik yang menembus pasar modern ini telah dikemas dengan sangat menarik. Bulir-bulir berasnya terlihat disusun rapi dan tidak patah, dimasukkan dalam kantung plastik, kemudian divakum dengan harga berkisar Rp13.000-Rp15.000 per bungkus seberat 0,5 kg. 

Sementara jika sudah masuk di pasar modern berkisar Rp25.000/bungkus. Kemudian, jika sudah sampai di Eropa diperkirakan bisa menembus harga Rp80.000/bungkus dan di Amerika Serikat Rp60.000/bungkus.

Namun, jika membeli langsung ke koperasi milik petani di OKU Timur maka harga akan lebih murah yakni untuk beras putih Rp22.000/kg, beras merah Rp23.000/kg dan beras hitam Rp14.000/kg.

“Kami butuh jaringan untuk membawa beras organik ini keluar OKU Timur. Jika bisa, jangan sebatas di kota-kota Indonesia saja tapi bisa menembus pasar ekspor,” kata Kholid.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar