Logo Header Antaranews Sumsel

Menanam pohon jadi gaya hidup

Jumat, 7 Desember 2012 18:29 WIB
Image Print
Menhut Zulkifli Hasan tanam pohon penghijauan di Palembang, Selasa (4/12). (FOTO Antarasumsel.com/Susilawati)
....Jadi, tanamlah pohon karena tanah di negeri ini subur....

Menanam pohon sekarang ini sudah menjadi gaya hidup atau "life style" dan budaya di mana-mana.

"Kita yakin masa-masa paling kritis kawasan hutan sudah dilewati, sekarang masa pemulihan. Wilayah Indonesia luas tentunya perlu waktu," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan usai menanam pohon rambutan di halaman Asrama Haji Palembang, awal pekan ini.

Menurut dia, pada 2010 ditargetkan penanam sebanyak satu miliar pohon dari pemerintah saja, terealisasi 1,3 miliar pohon dan itu belum termasuk dilakukan publik, masyarakat luas yang tidak didata.

Kemudian pada tahun 2011 berhasil lebih dari 1,5 miliar pohon yang ditanam dan pada tahun 2012 sampai dengan Oktober lalu sudah terealisasi sekitar 800 juta batang, katanya.

Ia menyatakan, paling tidak setiap tahun itu satu miliar pohon yang ditanam dan setiap tahunnya selalu berhasil melampaui target.

"Nanti penutupan akhir Januari 2013, karena disesuaikan dengan musim tanam, jadi bukan Desember," ujarnya.

Zulkifli Hasan mengatakan, diperkirakan pada tahun 2012 ini juga lebih dari satu miliar pohon berhasil ditanam, nanti akhir Januari menghitungnya.

"Setiap tahun selalu berhasil melampaui target tersebut, kami berikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia, karena menanam pohon itu sudah menjadi gaya hidup," tuturnya.

Jadi, sekarang ini menanam pohon sudah menjadi "life style" dan budaya di mana-mana menanam apakah itu masyarakat, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, media ikut menanam.

Pada 2013 nanti ditargetkan sekitar satu miliar pohon ditanam, jelasnya.

Mengenai anggaran dana untuk menanam pohon itu Rp2 triliun pada tahun 2012 ini dan diperkirakan tahun 2013 jumlahnya hampir sama, paparnya.

Ajak Tanam Pohon
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pada kesempatan itu juga mengajak Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama untuk bersama-sama menjadi pelopor gerakan menanam pohon agar lingkungan lestari.

Menurut dia, negara bisa maju itu ada tiga syaratnya, pertama bisa mandiri, ekonomi dan pangannya, kedua infrastruktur yang bagus dan ketiga inovasi artinya masyarakat terdidik, kreatif dan berilmu.

"Harapannya, pada IPNU tiga hal penting itu harus diperjuangkan dengan terus mengembangkan sumber daya manusia yang inovatif artinya terdidik," katanya.

Ia mengajak, IPNU, sesuai ajaran Rasul, mencintai lingkungan dan mengajak keluarga besar IPNU dan IPPNU bersama-sama menjadi pelopor gerakan menanam pohon agar lingkungan lestari, hijau, bersih, sehat dan indah.

"Jadi, tanamlah pohon, karena tanah di negeri ini subur," ujar Zulkifli.

Ia mengatakan banyak program di Kementerian Kehutanan yang bisa dikerjasamakan dengan IPPNU.

Sementara itu pihak Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Pemerintah Kota Palembang menanam sebanyak 1.300 pohon di Sematang Borang untuk penghijauan.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Palembang Sudirman Tegoeh menuturkan, penanaman pohon itu sudah dilakukan mulai satu minggu lalu.

Biaya penanaman 1.300 pohon tersebut dari dana APBN dan APBD Kota Palembang tahun 2012, jelasnya.

Sebanyak 1.300 pohon tersebut terdiri atas buah-buahan dan kayu-kayuan seperti kayu mahoni.

Tujuan penanaman pohon tersebut untuk pengembangan wilayah hutan kota dan ruang terbuka hijau di Kota Palembang serta melestarikan lingkungan.

Ia menuturkan, selama ini dari tahun 2011 sampai tahun 2012 Pemerintah Kota Palembang sudah menanam sekitar 500 ribu batang pohon di kota "pempek" tersebut.

Pohon yang ditanam itu terdiri atas pohon buah-buahan dan kayu-kayuan, tuturnya tanpa merinci jumlahnya.

Penanaman pohon tersebut tersebar di sejumlah lokasi di dalam kota Palembang seperti Jakabaring.

Jumlah pohon ditanam tersebut belum ditambah dari partisipasi swasta, masyarakat dan organisasi masyarakat yang tidak terdata, katanya. (Susi)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026