Logo Header Antaranews Sumsel

Ratusan pasien dirujuk ke RS Jakarta

Selasa, 27 November 2012 15:53 WIB
Image Print
Pasien Sumsel dirawat di RS Harapan Kita Jakarta (FOTO ANTARA)
umlah kunjungan Jamsoskes tahun 2009 sebanyak 1.952.746 kunjungan, kemudian 2010 sebanyak 1.760.661 kunjungan dan tahun 2011 sebanyak 2.002.477 kunjungan, katanya. I

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sebanyak 214 pasien yang perlu mendapat perawatan khusus dari Sumatera Selatan telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyampaikan hal itu menanggapi pelaksanaan program berobat gratis di Palembang, Selasa.

Menurut dia, kalau dilihat dari data kunjungan pasien yang memanfaatkan Jamsoskes mulai dari Puskesmas, rumah sakit kelas C, rumah sakit kelas B dan rumah sakit kelas A hampir tidak menunjukkan peningkatan kunjungan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.

Jumlah kunjungan Jamsoskes tahun 2009 sebanyak 1.952.746 kunjungan, kemudian 2010 sebanyak 1.760.661 kunjungan dan tahun 2011 sebanyak 2.002.477 kunjungan, katanya.

Ia mengatakan, ke depan peningkatan kualitas pelayanan berobat gratis juga akan ditingkatkan melalui peningkatan fasilitas kesehatan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Sementara mengenai peningkatan klaim dana Jamsoskes dari tahun ke tahun meningkat, dia menyatakan, hal itu terjadi karena adanya perubahan pola tarif INA-CBGS yang merupakan pola tarif untuk klaim pelayanan Jamsoskes di rumah sakit setiap tahun.

Kemudian adanya perubahan kelas rumah sakit jejaring seperti rumah sakit Moehamad Hoesin Palembang meningkat dari kelas B menjadi kelas A, rumah sakit Palembang Bari dari kelas C menjadi kelas B, hal ini menimbulkan perubahan pada pola tarif rumah sakit, ujarnya.

Ia menuturkan, selanjutnya ada perubahan pola tarif puskesmas dari beberapa kabupaten/kota yang menyesuaikan dengan kondisi.

Pembiayaan kesehatan yang bersifat kuratif (pengobatan) diharapkan tahun ke tahun menurun dan dialihkan ke upaya-upaya promotif dan preventif melalui peningkatan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat antara lain program promosi kesehatan (revitalisasi posyandu, desa siaga aktif).

Kemudian program pencegahan pemberantasan penyakit menular, imunisasi dan kesehatan lingkungan serta program perbaikan gizi masyarakat melalui keluarga sadar gizi, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil KEK (kurang energi kronik) dan balita gizi kurang, katanya. (Susi)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026