
Dirut ANTARA: Media penting awasi lingkungan hidup

....Saat ini tidak ada lagi yang menghalangi media untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan merugikan lingkungan di Indonesia....
Jakarta (ANTARA Sumsel) - Direktur Utama Perum LKBN Antara Saiful Hadi mengatakan, sekarang ini media massa memiliki peran cukup penting untuk mengawasi dan mengawal dalam mendukung lingkungan hidup di Indonesia.
"Peran media dalam mendukung lingkungan hidup cukup penting. Kalau kita membaca koran atau majalah serta televisi umumnya lebih tertarik membicarakan politik, korupsi, skandal. Namun, pemberitaan mengenai lingkungan hidup boleh dibilang masih sangat kecil dibanding dengan berita lainnya," ujar Saiful Hadi dalam sambutan pengumuman hasil lomba karya tulis jurnalistik The International Finance Corporation (IFC) di Jakarta, Senin.
Ia menilai, saat ini tidak ada lagi yang menghalangi media untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan merugikan lingkungan di Indonesia.
Ia menambahkan, meski pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sudah berusaha untuk mengimbau dan mengawasi untuk mengutamakan pelestarian lingkungan, namun nyatanya kerusakan lingkungan masih berlangsung.
"Di Sumatera, Kalimantan, dan daerah lainnya sudah dinilai cukup parah, untuk memperbaikinya mungkin tidak mudah," tambahnya.
Saiful menceritakan, di tengah maraknya industri batu bara di dalam negeri seperti di Kalimantan, penambang-penambang liar yang jumlahnya cukup banyak dan dikuasai oleh orang tertentu, dan melupakan pentingnya lingkungan sekitar.
"Ketika industri tengah 'booming' di Indonesia, cukup banyak pihak-pihak yang melupakan pentingnya lingkungan. Hal itu adalah tugas media untuk mengawal dan mengawasi khususnya di daerah," ucapnya.
Menurut Saiful, perusahaan di Indonesia telah menerapkan "green industry", namun jumlahnya masih minim. Apa yang dilakukan IFC dengan mengadakan lomba tulis jurnalistik dapat menambah gairah perusahaan untuk mengambil bagian dalam pelestarian lingkungan hidup.
"Selain itu, diharapkan juga dapat membuat wartawan bergairah menulis apa yang baik dan diamanatkan untuk menciptakan lingkungan lebih baik," kata dia.
Saiful juga mengatakan, dirinya bersama dengan pemimpin dari 20 media besar di Indonesia melakukan diskusi, dan membuat kajian dengan pihak Jepang bagaimana industri di Indonesia dapat memperhatikan industri hijau lebih baik.
"Kita harus bersama-sama meningkatkan 'green industry' untuk memberikan Bumi ini yang baik bagi anak cucu kita kelak," tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Juri Lomba Karya tulis Jurnalistik IFC Indonesia Budiarto Shambazy mengatakan, topik "green" di Indonesia merupakan bahan liputan yang lumayan masih baru.
"Bagi negara berkembang, 'green economi' merupakan hal yang mutlak, apalagi Indonesia dikenal dengan pengelola ekonomi bersifat damai, dan berdampingan dengan harmonis dengan lingkungan," ujar dia.
Sementara, pemenang lomba karya tulis Jurnalistik IFC Indonesia yang mengangkat tema "Pentingnya penerapan praktik-praktik bisnis bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial dalam kegiatan usaha sektor swasta" itu diraih Heriyanto dari Pontianak Post dengan judul artikel "Investasi Harus Selaras Kelestarian Lingkungan".
Pemenang kedua diraih Siti Nuraisyah dari Bisnis Indonesia dengan judul "Langkah Awal Menyelamatkan Atmosfer", dan pemenang ketiga Eni Prihyatini dari Kompas dengan judul artikel "Bias Gender dalam Kredit Perbakan".(ANT-KR-ZMF)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
