
Huawei: AS harus bersaing secara sehat

Shanghai (ANTARA Sumsel) - Perusahaan Telekomunikasi terbesar asal China Huawei Technologies Co. Ltd., menyatakan Amerika Serikat (AS) harus bersaing secara sehat, terkait larangan perusahaan itu berbisnis di Negeri Paman Sam dengan alasan keamanan nasional.
"Saya meminta Pemerintah AS harus bersaing secara sehat," kata juru bicara Huawei Technologies Scott Sykes dalam jumpa pers dengan wartawan sejumlah negara Asia di Shanghai, Sabtu, langsung dari Kantor Pusat Huawei di Shenzhen.
Ia mengatakan pihaknya sangat menghormati langkah dan kebijakan Pemerintah AS untuk melindungi keamanan nasionalnya.
"Sangat tidak mungkin bagi kami melakukan kegiatan mata-mata seperti yang dituduhkan. Apalagi sebagian besar peralatan, komponen yang digunakan Huawei berasal dari mancanegara, termasuk AS. Bagaimana kami akan melakukan hal yang dituduhkan," katanya.
Scott Sykes mengatakan apa yang dilakukan pihak AS bagaimana pun telah "menggangggu" citra dan rekam prestasi yang telah diraih selama perusahaan tersebut berdiri sejak 1996 dan kini telah memiliki kantor operasional di 40 negara.
"Jadi, marilah kita berkompetisi secara 'fair'," katanya menambahkan.
Sebelumnya, panel kongres Amerika Serikat (AS) menyatakan, perusahaan telekomunikasi asal China Huawei dan ZTE menjadi ancaman keamanan bagi Paman Sam.
Dalam laporannya panel kongres AS juga merekomendasikan agar kedua perusahaan itu dilarang melakukan merger dan akuisisi di AS.
Mengacu pada hasil penyelidikan, Huawei dan ZTE gagal meredakan kekhawatiran akan hubungan mereka dengan pemerintah serta militer China. Keduanya masuk dalam kelompok produsen peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia.
"China memiliki alat, kesempatan, dan motif untuk menggunakan kedua perusahaan telekomunikasi itu untuk tujuan-tujuan jahat," klaim komite penyelidik dalam laporan mereka.
Komite tersebut melanjutkan, "Berdasarkan informasi yang rahasia mau pun tidak rahasia, Huawei dan ZTE tidak bisa dipercaya bebas dari pengaruh negara asing dan karenanya merupakan ancaman keamanan bagi Amerika Serikat serta sistem kita."
Huawei didirikan oleh Ren Zhengfei yang merupakan mantan anggota Tentara Pembebasan Rakyat pada 1987. Setelah menjadi salah satu pemain global di sektor tersebut, kekhawatiran bahwa perusahaan itu memiliki hubungannya dengan militer China kerap muncul.
Ada banyak dugaan dan kecurigaan bahwa Huawei membantu China mengumpulkan informasi dari negara-negara dan perusahaan asing. Tahun lalu, panel keamanan AS menolak keinginan Huawei untuk membeli sistem perusahaan komputer Amerika 3Leaf.
Awal 2012, perusahaan itu bersama ZTE menghadapi tuduhan peralatan mereka dipasang dengan kode-kode untuk mengirim informasi sensitif ke China.
(R018/Z002)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
